Laman
Entri Populer
-
Mukashi, kono basho de kimi o aeta Watashi o mite waratte yo Kono basho de koi o mitsuketa Kokoro kara aishite Jikan ga sugite yuku...
-
Asmara : renai Air mata buaya : usonaki aijou Benci : nikumu kirai Benc...
-
A : Tanaka-san wa jimusho ni imasu ka ; 田中さんは事務所にいますか ; Apakah tuan Tanaka ada di kantor? B : Mou uchi e kaerimashita ; もう家へ帰りま...
-
Omoimasu ; おもいます; 思います ; Omou ; おもう ; 思う ; Omotte ; おもって ; 思って ; Mengira, berfikir, berpendapat Paatii ; パ―チ― ; Pesta Minasan ; みなさん ; 皆...
-
A : Nihon-go ga hanasemasu ka 日本語が話せますか Dapat anda berbicara bahasa Jepang ? B : Iie, mada amari hanasemasen いいえ、まだあまり...
Senin, 22 Agustus 2016
Sayang, Bolehkan Aku?
Sayang, bolehkan aku menitip rindu di hatimu?
Agar bisik - bisik cinta kian berdegup di jantung kita
Biar hati lepas dari gundah gulana
Sayang, bolehkah aku memelukmu?
Agar hangat menyelimuti ku
Biar udara dingin berlalu saja
Sayang, boleh kah aku memilikimu?
Seutuhnya dalam cinta
Berlalu melewati masa
Agar cinta kian mekar
Hati tak lagi gelisah
Biar kugenggam erat tangan mu
Memelukmu
Mencintaimu sepanjang usiaku
Sayang, Bolehkan Aku?
Sayang, bolehkan aku menitip rindu di hatimu?
Agar bisik - bisik cinta kian berdegup di jantung kita
Biar hati lepas dari gundah gulana
Sayang, bolehkah aku memelukmu?
Agar hangat menyelimuti ku
Biar udara dingin berlalu saja
Sayang, boleh kah aku memilikimu?
Seutuhnya dalam cinta
Berlalu melewati masa
Agar cinta kian mekar
Hati tak lagi gelisah
Biar kugenggam erat tangan mu
Memelukmu
Mencintaimu sepanjang usiaku
Angin Di Pagi Ini
Semilir embusan angin di pagi ini
Terasa menusuk ke tulang - tulang
Melewati batas kehangatan jaket - jaket tebal
Cintamu tetap hangat
Mentari yang malu menampakkan wajahnya
Ada awan tebal membendung
Mementalkan cahaya
Mendung sudah pagi indah ini
Cintamu tetap jelas
Tak biarkan diriku beku dalam dingin
Tak biarkn bibirku kelu dalam mendung
Tak biarkan kalut dalam fikirku
Tetap lah kau begitu, aku menyuka
Aku Mencintai Mu
Aku mencintaimu, seadanya diri
Kita bangun istana cinta di atas pondasi cinta
Aku mencintaimu dalam setiap kurang mu
kupahat sebuah nama, nama mu di dalam hatiku
kubiarkan kasih dan sayang mu teralir dalam darahku
Menjadi detak dalam nadi ku
Aku mencintaimu dengan segenap kurang mu
Selayak aku dalam cintamu dengan segenap lemah ku
Kurangmu adalah lebihku
Kuharap lemahku adalah kuatmu
Pelajaran ku dalam pendakian
Lemah kita adalah kuat kita
Dalam beda aku mencintaimu
Dalam selisih kau temukan jua cintaku
Cinta ini berpondasi percaya
Tentu kerikil - kerikil setia ikut jua tertanam
Kuteguhkan semua untuk bersamamu
Melengkapi kurangmu
Malaikat bukan lah wujud dan jiwaku
Terbias dari alpa dan lupa
Usah, sebaik yang ku bisa
Untuk tetap ada di sisi mu
Mencintaimu
Melukis kasih
Memanjakan jiwa
Mereguk cinta
Berharap kau dan aku selamanya
Senin, 01 Desember 2014
Kenapa Sheila On 7?
Ada banyak yang bertanya kenapa aku suka sama Band SO7, padahal banyak Band - Band lain yang lebih populer dan lebih sering nongol di TV, begitu kata mereka.
Pernah anda merasakan Jatuh Cinta? kita tidak tau kenapa kita bisa mencintai seseorang, tak ada alasan untuk hal itu. Meskipun banyak orang yang tidak setuju tapi kalau namanya udah cinta yah jatuh cinta saja tak perlu alasan. Seperti itulah rasa suka aku untuk Band yang satu ini. Lagu - lagunya itu lho udah seperti soundtrack dalam kehidupan sehari - hari. Mereka tidak hanya menwarkan lirik - lirik cinta seperti kebanyakan Band yang lain. Mereka membuat lagu tentang keluarga, sahabat, teman atau saudara dan itu bukan hanya satu atau dua lagu lho.
Dan yang perlu kita tau mereka pernah lho hatrick 1 juta copy, kebayangkan gimana fenomenalnya Band yang satu ini.
Okeh, berikut alasan kenapa SO7 tetap yang terbaik menurut gue:
1. Tidak lupa dari mana mereka berasal
Band lokal (indie) ini muncul dengan perawakan yang sederhana, bukan yang menjual tampang, sebab mereka yakin karya-lah yang berbicara. Terbukti dengan penjualan 3 album pertama mereka yang selalu terjual di atas 1 juta copy.
Meskipun sudah populer, mereka tidak lupa dari mana mereka berasal ini terbukti dengan base home mereka yang tetap memilih Jogja alih - alih ke Jakarta. Bahkan nama Band mereka sendiri di ambil dari nama gadis yang menyatukan para persnil Band ini di awal berdirinya, sudah bisa di tebak nama gadis itu Sheila.
Meskipun sudah populer, mereka tidak lupa dari mana mereka berasal ini terbukti dengan base home mereka yang tetap memilih Jogja alih - alih ke Jakarta. Bahkan nama Band mereka sendiri di ambil dari nama gadis yang menyatukan para persnil Band ini di awal berdirinya, sudah bisa di tebak nama gadis itu Sheila.
Meskipun mereka sudah menuai sukses seperti sekarang ini mereka tetap sederhana dan tidak neko - neko, baik ketika di panggung maupun dalam kehidupan sehari - hari.
2. Lagu - lagu mereka sederhana namun menyentuh
Tidak seperti kebanyakan Band lain yang menciptakan lirik - lirik puitis dengan bahasa yang rumit, SO7 hadir denga bahasa yang sederhana namun maknanya tetap dalam. Kebayangkan gimana fenomenalnya lagu Dan?
3. Lagu - lagunya udah kayak soundtrack kehidupan
Lagu - lagu SO7 itu selalu ada dengan suasana yang kita hadapi dalam sehari - hari sebab itu tadi lagu mereka sederhana dan sesuai keadaan hidup yang kita alami (Setidaknya itu pendapat gue). meskipun begitu bukan berarti lho lagunya sembarangan :
- Masih kebayangkan gimana malasnya kita bangun pagi waktu remaja? Selalu diteriaki mama :D
Berjuta ton pemberat di mata indahku
Bagai tertimbun serbuk tidur di kamarku
Udara pagi dingin mahkota mimpiku
Aku terkapar melawan semuanya itu
Mama, mama, mama buat aku terjaga -
Pagi Yang Menakjubkan - SO7
- Atau masih ingat penglaman pertama suka sama orang, kita gak berani ngungkapinnya, cuma bisa memperhatikannya secara diam - diam
dan biarkan aku jadi pemujamu
jangan pernah hiraukan perasaan hatiku
tenanglah tenang pujaan hatiku sayang
aku takkan sampai hati bila menyentuhmu
Pemuja Rahasia
- Masih ingat ketika kita cemburu?
Maafkanlah semua sifat kasarku
Bukan maksud untuk melukaimu
Aku hanyalah orang yang penuh rasa cemburu Bila kau tak di sampingku
- Atau mungkin bagaimana asyiknya menikmati hidup dengan sahabat atau teman - teman kitaSahabat sejati ku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat - Masih susah move-on? SO7 juga punya lagu untuk itu lho
apa yang kan terjadi
pastinya kan terjadi
biar waktu yg menghakimi
dan aku akan terus bertahan
mengharapkannya, menantikannya
walau pedihnya tak tertahankan
melihatnya terjamah yang lain
- Buat yang jenuh sama kekasihnya namun tak ingin melukai, kayaknya lagu ini pas deh :D
Takkan sampai hati bila ku pergi..
Meninggalkan Niah melukai niah..
Apapun yang akan terjadi nanti..
Aku akan slalu ada disampingnya
Aku akan slalu merawat Niah di sini
Jangan Beritahu Niah
- Atau sakitnya jatuh cinta dengan orang yang beda keyakinan
Aku pun tak ingin meninggalkan tempat ini
Apa yang kaurasakan aku juga merasakan
Bertahan sayang dengan do’a mu
Kucoba bertanya pada Tuhanku
Percayalah sayang ku tak ingin semuanya berakhir
Ku berusaha untuk s’lalu di sini
Tentang Hidup
- atau bagaiman nikmatnya LDR
sayang aku kan segera pulang
tunggu aku dengan senyuman itu
tunggu aku dengan senyummu itu
bila waktu itu telah tiba
coba kenakanlah mahkota itu
4. Lagu - lagu mereka tidak melulu soal cintaBertahan Di Sana
Dalam setiap album SO7 selalu menwarkan lagu yang tidak bertajuk cinta terhadap pacar. Mereka membuat banyak sekali lagu yang berbicara tentang indahnya persahabatan yang tertuang dalam lagu Sahabat Sejati, Kisah Klasik Untuk Masa depan, atau Melompat Lebih Tinggi. Selain itu ada juga lagu buat saudara yang tertuang dalam lirik Perhatikan Rani juga Khaylilla Song yang diciptakan untuk Ponakan sekaligus anak asuh Eross (Gitaris SO7). Atau lagu buat para istri lewat lirik Kau Kini Ada dan Lia Lia Lia.
Tak Jarang mereka juga menyelipkan motivasi dalam album - album mereka :"Jangan sampai mereka, jatuhkan nyali kita tunjukan pada mereka, siapa diri kita" --- Pemenang "
Jangan cepat puas kawan, bekerja dan terus bekerja, hingga saat kita tak berguna lagi" --- Jalan terus "
Boleh saja kita, kalah sesaat, ambil hikmah untuk menang seterusnya" --- Kamus Hidupku5. Mereka tidak Menggunakan Jurus Aji Mumpung
Album - album Sheila On 7 selalu rampung, tidak ada ceritanya album mini kecuali untuk keperluan Soundtrack, saat mereka ada di puncak karir mereka tidak pernah membuat lagu asal jadi. Ini terbukti dengan lagu - lagu mereka yang konsisten sederhana, inovatif, dalam dan riil.
Tidak seperti kebanyakan Band lain yang terkesan lagunya asal jadi. Pada awal kemunculannya sih oke, tapi sudah tenar...... :D :D
6. Mereka mengajarkan Kesetiaan
Meskipun Anton dan Sakti sudah keluar dari SO7 namun mereka tetap menjalin hubungan yang baik dan tidak membuat Band baru sebagai tandingan. Di samping itu SO7 juga merupakan salah satu Band yang sudah lama eksis dan paling sedikit mengalamai pertukaran personil.
Kesetiaan ini juga merambat ke dalam hidup mereka, tidak pernah dengar kan personil SO7 tersandung kasus perselingkuhan dan cerai?
Hal ini juga mereka terapkan dalam lagu - lagu mereka seperti Shepia, memang lagu ini bertajuk perselingkuhan namun di sini mereka menjelaskan bahwa perselingkuhan itu tidak baik dan harus di akhiri. Atau lirik yang tertuang dalam lagu Jangan Beritahu Niah, meskipun dia sudah jenuh dengan Niah juga sudah tidak merasakan cinta lagi bahkan dia sudah jatuh cinta dengan perempuan lain tapi ia memilih akan selalu menemani Niah dan menjaga Niah apapun yang akan terjadi nanti.
Berbeda dengan lirik lagu - lagu sekarang yang secara terang - terangan menduakan cinta dan tak menganggap kesetiaan itu prnting.
Jadi Sehila On 7 itu tetap yang terbaik dan Sheila Gank itu SETIA
Minggu, 12 Oktober 2014
CINTA PERTAMAKU (TELAGA DEWI)
Lagi, Karya tulis adik tercinta Anggi Mutiara Lubis
Pendaki mana yang tak kenal dengan telaga Dewi yang menjadi syurganya para pendaki saat berada di puncak singgalang ketinggian lebih dari 2500 MDPL. Pemandangannya terlihat begitu romantis. Dingin masih terasa sepanjang hari walaupun matahari telah terik ketika aku duduk di pinggiran telaga dewi. Inilah yang membuat aku rindu akan ketinggian singgalang, rindu suasana dingin duduk di pinggiran telaga dewi.
Sudah pasti disetiap puncak gunung pasti punya momen tertentu yang sulit dilupakan. Begitu juga diketinggian puncak singgalang ini. Romantisme yang membuat diriku berimajinasi lebih dalam. Ahhh hampir saja aku tak mau berpijak dari pinggiran telaga ini yang menenagkan jiwa dan raga ku, yang hilangkan penat dan letih ku.
Akan tetapi ada hal yang mengerikan bahkan sangat miris ketika kupandangi sekelilingan telaga ini, syurganya para pendaki gunung harus lebih dijaga dan dilindungi lagi. Aku tidak bisa banyak bicara hanya saja aku berkata dalam hati “ coba saja ada petugas kebersihan disini sudah pasti dia merengek akan pekerjaannya sebagai petugas kebersihan”. Tapi mustahil kalau mengandalkan petugas kebersihan bertugas disini. Hanya kita yang mempunyai kesadaran yang bisa beralih profesi sesaat disini jadi petugas kebersihan. Telaga dewi masih tenang tapi terlihat ada segumpalan kabut yang akan menyelimutinya. Ahhh padahal aku belum puas menikmati pemandangan dan kesejukan ini. Angin lembut terasa menaikkan bulu roma, segar, dan dingin sekali. Kabut tebal yang sudah mulai menutupi telaga yang tenang, aku masih duduk dipinggiran telaga ini memikirkan bagaimana sudut pandang manusia tentang alam ini. Sampai akhirnya aku tak tahan lagi akan kedinginan ini, kuambil sarung dan kuselimuti tubuhku yang terasa sudah mau membeku ini, tapi aku masih duduk dipinggiran telaga yang tenda juga berdiri tepat dekat dengan telaga.
Matahari mulai tinggi dan perlahan kabut itu mulai menipis, perut yang tadi diisi dengan sarapan sudah mulai terasa lapar. Riuh suara pendaki mulai terdengar kembali banyak pendaki yang baru berdatangan, sapa menyapa kalaupun sebenarnya tidak saling mengenal karena di alam semua menjadi saudara. Sore datang dengan kabut tipis, dipinggiran telaga aku merasakan akan ada kerinduan terhadap telaga saat aku pulang nanti. Ingin rasanya aku kemas dan aku bawa pulang dan memikirkan bagaimana caranya agar semua ini bisa kubawa pulang dan ada dalam kehidupan sehari-harinya yang aku jalani. Dan imajinasi ku semakin tinggi bahkan semakin gila yang saat itu aku lupa hakekat sebagai manusia yang harusnya bersyukur bukan serakah seperti ini. Angin tipis datang membawa sejuta ketakutan, ketakutan akan syurga para pendaki gunung ini, apakah dia akan tetap sesejuk dan seindah ini untuk 10 tahun kedepan ?.
Malam sudah cukup dingin, gelap sudah pekat tapi masih terlihat cahaya - cahaya api unggun dari berbagai kelompok pendaki diseberang sana. Aku memilih menghabiskan waktu diluar tenda menghangatkan tubuh didekat api unggun dengan secanglir kopi yang diminum bersama sambil memandangi langit yang dihiasi ribuan bintang. Tawa pecah hangatkan suasana, cahaya api unggun yang kami buat menerpa wajah kusam. Panas dari api cukup menghangatkan badan disuasana malam yang dingin ini. Kunikmati malam ini dengan telaga dewi yang beku dan tenang. Pagi ini telaga dewi menjadi saksi hari ke dua ku menikmati dinginnya pagi disini. Cuaca begitu cerah, langit juga begitu biru menambah kenangan dihari terakhirku pada pendakian kali ini disini. Bendera merah putih yang berada ditengah telaga ini menyempurnakan keelokan suasana disini. Sampai aku pulang aku masih memaknai arti dari kehidupan yang ku dapatkan dipuncak gunung singgalang dan telaga dewi yang jadi cinta pertamaku.
Kamis, 09 Oktober 2014
MEMADU KEMESRAAN DENGAN ALAM, PUNCAK MERPATI, DAN EDELWEISS
Salam Lestari
Ini merupakan pendakian kedua ku, yaitu pendakian ke Merapi !!
Aku sama sekali tidak tahu, apakah karena aku seorang pendaki gunung,
maka aku jatuh cinta dengan gunung atau karena gunung yang membuatku
jatuh cinta jadi seorang pendaki gunung ?. aku ragu siapa diantara
kalian yang pertama kali membuat aku jatuh cinta.
Aku pernah mendengar cerita tentang bunga abadi atau bunga Edelweiss,
yang kata orang-orang bunga ini sangat indah. Dulu aku pernah mengambil
paksa bunga Edelweiss dari dompet salah satu teman seangkatan ku di
organisasi kepencinta alaman namanya Irfan Saputra yang kerap kali ku
sapa mesra dengan “KW/KYT”. Saat ku lihat, aku sedikit terkejut.
Edelweiss tidak wangi seperti mawar yang selalu aku bayangkan bahkan
tidak begitu istimewa alwalnya yang kulihat. Ia berwarna putih
kekuningan, kering, juga kecil, tapi ia begitu mungil. Tapi aku tidak
mau ambil pusing, aku tetap mengambilnya dan kusimpan ku pindahkan ke
dompetku yang mulai kusam ini.
Sekarang masih ku simpan Edelweiss itu di dalam dempet ku, bahkan aku
hampir lupa tentang Edelweiss. Sampai akhirnya KYT mengajakku mendaki
salah satu gunung yang ada puncak merpatinya bahkan ada juga
Edelweissnya. Hal ini mengingatkan ku kembali pada saat aku memaksa
mengambil Edelweiss dari dompetnya, yang membangkitkan rasa penasaran ku
akan Edelweiss dan gairahku untuk melakukan pendakian bersamanya.
Entah aku jatuh cinta pada Edelweiss juga puncak merpati. Aku juga tidak tau, hanya saja TIDAK !! jangan bawakan/berikan aku Edelweiss lagi kawan, tapi bawa saja aku bertemu dengan Edelweiss, aku ingin melihat dia saat dia bernafas bebas, sekalian belajar tentang hidupnya yang kata orang penuh dengan keabadian. Mencari tau tentang kesungguhannya dan kekukuhannya bagaimana ia bisa bertahan hidup diketinggian lebih dari 2000 MDPL dan diterpa angin badai.
Dan akhirnya pun aku dibawa menyusuri jalanan setapak menuju puncak
merpati dan taman keabadian Edelweiss. Perjalanan yang melelahkan
dibanding dengan pendakian sebelumnya yang bahkan hanya beranggotakan
tiga orang yaitu, Irfan, Rizka, dan juga aku (Anggi). Tapi kelelahan itu
kusembunyikan demi ingin menikmati keindahan dipuncak sana seperti
biasa saat aku melakukan pendakian, dilanda Flu akibat suhu udara.
Bahkan air mata terjatuh tanpa aku sadari menambah semangatku untuk
melanjutkan perjalanan ini. Tanpa kesadaran aku pun sampai dipuncak
merpati. Subhanallah !! maha besar kuasa Tuhan, tanpa dapat aku jelaskan
hanya bisa aku rasakan keindahan sunrise yang membawaku berimajinasi
tentang keindahan ciptaan Tuhan ini.
Di sela-sela keindahan ini sejenak ku terdiam, kuresapi sedalam mungkin
keindahan ini, terpaan angin yang sesekali membawaku berkhayal lebih
jauh lagi ingin lebih lama berada disini. Tapi keelokan ini belum
berakhir sampai di sini saat mereka yang sebelumnya sudah pernah
menginjakkan kaki disini membawaku ketaman yang biasa di kenal dengan
nama taman keabadian yaitu taman Edelweiss.
Entah Edelweiss yang membawa ku bertemu dengan puncak merpati, atau
puncak merpati yang membawaku bertemu dengan bunga keabadian ini
(Edelweiss). Sejak aku bertemu dengan puncak merpati dan Edelweiss aku
sadar kecintaan ku terhadap alam takkan pernah mati dan pudar.
Terima kasih telah membawaku ke taman Edelweiss dan puncak merpati yang
juga memecahkan rasa penasaranku akan puncak merpati dan taman
Edelweiss. Bahkan memberikanku banyak pengalaman semenjak kaki mulai
melangkah menuju puncak.
Padang, 09 Otober 2014
Anggi Mutiara Lubis
PERSENTUHAN KU DENGAN ALAM
Sejujurnya Postingan ini adalah hasil karya adikku bekal pengalamannya mendaki gunung yang minta kutuangkan dalam blog ini. Mari kita nikmati petualngannya
Petualangan dimulai !!!!
Melakukan kegiatan outdoor di alam, traking mendaki gunung, menyusuri
hutan dan goa, panjat tebing, juga lingkungan hidup. Aku mulai jatuh
cinta dengan dunia tersebut saat aku jadi mahasiswi di salah satu
Universitas di Sumatera Barat dan memasuki salah satu organisasi
kepencinta alaman. Dari sanalah persentuhanku mulai dekat dengan alam.
Mendaki gunung singgalang permulaannya, yang merupakan pendakian
perdanaku juga. Dari sini jugalah kecanduanku mulai terasa terhadap
gunung-gunung. Disela-sela statusku sebagai mahasiswi libur kusempatkan
untuk mencari waktu untuk bermanja dengan alam. Tapi, sayang tidak
semudah itu, disamping waktu yang tak mudah didapatkan, teman untuk
berpetualangpun lumayan susah untuk bisa ikut.
Bagiku gunung bisa jadi motivator tuna wisma namun banyak memberiku
pengalaman yang tak bisa aku ungkapkan, bahkan bisa membangkitkan
gairahku untuk terus mau menyentuh alam lebih leluasa. Keindahan yang ia
gambarkan tak bisa ku jelaskan dengan kata-kata. Hanya bisa kugambarkan
dengan imajinasi ku sendiri. Bahkan gunung seolah berkata, yang kuat
mengayomi yang lemah dan kekompakan suatu tim pendakian berada dititik
terlemah. Dan jalanan setapak terjal juga kehijauan hutan menggambarkan
tak ada yang mudah didapatkan di dunia ini kecuali dengan perjuangan.
Kumulai perjalanan dari pasar koto baru, tempat yang dijadikan para
pendaki gunung sebagai tempat peristirahatan sebelum dan sesudah
pendakian. Tepatnya di malam hari setelah melakukan perjalanan
menggunakan angkutan umum dari depan kampus. Ya... ini lah mulanya
perjalanan, akan tetapi aku beserta tim yang berjumlah 7 orang (bang Cimot, bang Edi, bang Angga, Tirza, uni Dian, Iwin, dan aku sendiri (Anggi Lubis)) memutuskan untuk menginap satu malam dirumah salah satu senior
ku dari organisasi kepencinta alaman lebih tepatnya rumah bang Akhang
sampai tiba matahari pagi mulai bersinar. Inilah awal mula perjalanan
yang sebenarnya, kaki yang mulai melangkah lebih jauh lagi, bahkan mulai
terasa jalan pendakian, semangat masih mengguncang untuk melanjutkan
perjalanan ini, mungkin saja ini juga efek dari pendakian perdana.
Perjalanan yang lumayan jauh bagiku sebagai pendakian perdana. Padahal,
perjalanan ini belum seberapa jauh, bahkan baru saja sampai di tower
yang menandakan ini adalah posko pertama mungkin. Dalam keletihan yang
tak putus-putus aku mengusap hidungku yang aku mengira bahwa aku
mimisan, tapi sebenarnya tidak mungkin ini pengaruh dari suhu yang
membuat hidungku seperti dilanda flu, merasa ada cairan yang mengalir
didalamnya. Hawa dingin membuat bulu kudukku mulai berkembangan
perlahan, akan tetapi keringat juga bercucuran menetes perlahan membuat
baju yang kukenakan mulai terasa lembab, ibaratnya keringatan dalam
kedinginan. Begini lah suasana dan udara bahkan cuaca dialam bebas,
tidak dapat ditebak namun bisa dirasakan. Perjalanan ini tetap berlanjut
meskipun rinai hujan membasahi dedaunan yang hijau ini, menambah
keindahan dibawah puncak gunung ini mulai terlihat dan terasa.
Aku sudah mabuk kepayang dan tak sabar ingin menyaksikan telaga dewi
yang ada dipuncak singgalang. Sudah lama aku mendengar kesejukan dan
keindahan, bahkan keelokan telaga dewi ini dari para seniorku yang lebih
dulu menginjakkan kakinya di puncak singgalang. Mendaki singgalang aku
sempat heran mengenali medan yang ada disana, rasanya aneh, dari kaki
gunung hingga kepuncak gunung aku mendapati deretan tiang listrik yang
sengaja didirikan disepanjang jalan menuju puncak, bahkan yang paling
mengherankan bagiku adalah adanya tower yang berdiri di top singgalang.
Penglaman pertama naik gunung tidak bisa aku jelaskan dengan kata-kata
lagi tatkala aku telah sampai dipuncak dan melihat keindahan serta
merasakan kesejukannya secara nyata dan benar-benar nyata. Aku teringat
cerita salah satu dari seniorku tentang pendaki yang hilang. Cerita
pendaki gunung yang hilang bukan cerita baru bagiku, sebelumnya aku juga
sudah sering mendengarnya di berbagai media, hal itu aku tak mau ambil
pusing hanya saja aku berfikir positif agar aku tidak takabur dengan
alam, dan agar aku bisa mematuhi adat yang telah ada.
Keindahan alam terasa begitu menenangkan hati dan jiwa walaupun semilir
angin membuat tubuhku hampir membeku dan tak terasa lagi kakiku ketika
dipijakkan. Ku hangatkan diriku didekat api unggun yang telah meyala
didekat tenda kami yang berdiri dua tenda yang berhadapan. Santap kopi
di dini hari itu terasa nikmat, dan sembari menikmati kopi aku
menghitung ada belasan rombongan yang juga melakukan pendakian. Sialnya
saat aku memulai perbincangan dengan beberapa anggota tim kami tiba-tiba
saja hujan turun bahkan begitu lebat, malam yang dingin hanya
berselimutkan kain sarung bukan sleeping bag yang biasa dipakai untuk
tidur di puncak gunung, maklum saja pendakian perdana belum memiliki
alat-alat gungung yang lengkap dan bukan pendaki profesional.
Pagi ini secangkir teh menemani ku lalui kedinginan yang menyegat tubuhku, yang memaksaku harus mengenakan jaket gunung yang tebal, aku adalah salah satu orang yang tidak begitu suka mengenakan jaket. Tapi kali ini apa boleh buat memang benar-benar harus aku kenakan dikarenakan keadaan alam. “ buek an teh bia ndak dingin bana” bg cimot menyuruhku dalam bahasa minangnya, yang saat itu aku belum benar-benar paham dalam bahasa minang dikarenakan aku bukan berasal dari ranah Minang, melainkan MANDAILING . Sedikit mengurangi rasa dingin memang da kunikmati suasana sejuk ini. Dua hari camp dipuncak gunung sangat menenangkan jiwa ku bahkan aku tak pernah merasakan sebelumnya seperti saat itu, tenang, damai, bahkan jauh dari kebisingan yang tiap hari aku dapatkan di kota tempatku melanjutkan studi, walau sebenarnya aku harus menahan kedinginan yang begitu menyengat. Inilah awal mula kecanduanku terhadap alam.
Padang, 09 Oktober 2014
Anggi Mutiara Lubis
Senin, 18 Agustus 2014
Tak Berjudul
Pagi ini, saat mentari begitu enggan menampakkan dirinya
Ketika embun masih bertahan di pucuk - pucuk ilalang
aku datang keharibaan mu
Berjalan menuju pelukmu
Meski manusia bertekat akan guna dan manfaat
Tapi aku berbicara akan cinta dan hasrat
Kau terima keberadaanku yang penuh kekurangan
Selaksa aku menerima keberadaanmu
Aku bicara tentang cinta dan keindahan
Aku mencintaimu Aek Nabontar
Deru indah gemuruh airmu adalah nyanyian simponi Cinta
Sunyi sepi hutanmu bak pemecah keangkuhan
Penuh misteri dan keabadian
Aku berdiri diharibaanmu mendengar semua keluhmu
"Ini adalah hidup tentang kebulatan tekat"
Tentang keberanian dalam keterasingan
Aek Nabontar, Aku mencintaimu
Selayak aku mencintai hidup dan kehidupan
19/08/2014
Read More..
Ketika embun masih bertahan di pucuk - pucuk ilalang
aku datang keharibaan mu
Berjalan menuju pelukmu
Meski manusia bertekat akan guna dan manfaat
Tapi aku berbicara akan cinta dan hasrat
Kau terima keberadaanku yang penuh kekurangan
Selaksa aku menerima keberadaanmu
Aku bicara tentang cinta dan keindahan
Aku mencintaimu Aek Nabontar
Deru indah gemuruh airmu adalah nyanyian simponi Cinta
Sunyi sepi hutanmu bak pemecah keangkuhan
Penuh misteri dan keabadian
Aku berdiri diharibaanmu mendengar semua keluhmu
"Ini adalah hidup tentang kebulatan tekat"
Tentang keberanian dalam keterasingan
Aek Nabontar, Aku mencintaimu
Selayak aku mencintai hidup dan kehidupan
19/08/2014
Kamis, 07 Agustus 2014
Aek Nabontar (My Paradise)
Longat, 02 Agustus 2014
Read More..
Hari ini, sabtu 02 08 2014 atau hari ke 6 Lebaran 1435 H saya (Roy Samsuri Lubis), Adik Perempuanku tercinta (Anggi Mutiara Lubis), Ali Nahri Rangkuti (salah satu orang yang aku iri padanya dikarenakan banyak dan seringnya dia mendaki gunung dan melihat alam indah hutan rimba), Mahyudi Rangkuti, Muhammad Yusuf, Ahmad Rizal dan Anhar Rangkuti sepakat untuk menghabiskan sisa - sisa liburan yang tak seberapa lagi dengan berjalan ke tengah hutan rimba dekat kampung untuk menyaksikan keindahan ciptaan tuhan.
Persiapan pendakian kali ini tidak begitu rumit sebab kami bisa mengandalkan Ali Nahri dan Anggi Mutiara yang tergabung dalam MAPALA di kampusnya masing - masing, dengan keberadaan mereka acara packing dan belanja logistik lebih mudah dan lebih terencana.
Sebelum memulai pendakian, kami saling meningatkan bahwa sebagaima mestinya manusia yang percaya akan adanya Tuhan kita harus berpasrah diri dan menyerahkan segala penjagaan selama diperjalan kepada - Nya. Tidak hanya itu, kami juga saling manengingatka bahwa sejatinya di sana nanti kita tidak akan menemukan yang namanya Petugas dari Dinas Kebersihan untuk itu kita siapakan pelastik sebagai tempat sampah untuk dibawa pulang.
Sejatinya, pendakian direncanakn pukul 16.00 tapi kami sedikit terlambat hingga pendakian baru bisa dimuali pukul 16.04 WIB. Perjalanan menuju target berjalan normal dan aman - aman saja, meskipun melewati hutan dan menyeberang sungai sebanyak 15 kali tidak membuat kami berniat mundur.
Pukul 19.15 kami tiba di tempat, beristirahat sejenak kemudian mepersiapkan tenda dan perapian, cuaca di sini cukup dingin, meskipun kita semua memakai jaket yang cukup tebal dan penutup kepala, bahkan saya sendiri menggunakan syal namun tetap saja terasa dingin.
Menurut orang - orang tua di kampung kami, menyalakan api bukanlah perkara yang mudah di tempat ini, selain tempat di sekitar lokasi kamp begitu lembab juga dipengaruhi turunnya hujan gerimis. Awalnya kami sempat stress dan mulai kehabisan akal untukmenyalakan perapian, selain kesulitan mendapatkan kayu bakar yang kering juga sudah banyaknya minyak tanah yang kami gunakan. Api yang menyala ditengah hutan seperti ini akan sangat membantu, selain untuk menghangatkan tubuh juga untuk menjauhkan diri dari gangguan binatang buas.
Akhirnya salah satu dari kami (Mahyudi) memiliki sebuah ide kreatif yang katanya didapat sewaktu mondok di Pesantren dulu, dia mengambil satu kaleng bekas minuman kemudian memotong bagian atasnya dan memasukkan potongan - potongan plastik dan kayu ke dalamnya kemudian mengisi minyak tanah sampai kaleng penuh, hasilnya kami punya penerangan yang cukup untuk malam ini :)
Setelah makan malam dan sedikit berbincang - bincang, saya sendiri memilih untuk tidur sebab perjalanan 3 jam sudah cukup membuat saya merasa begitu capek. Sementara beberapa diantara mereka masih asik bcerita bahkan ada yang samnpai tidak tidur semalaman
Pagi harinya setelah makan, kami mulai menikmati indahnya alam Aek Nabontar, melihat keindahan alam ini membuat kita semakin tersadar akan besarnya ciptahan Tuhan, bahkan salah satu di antara kami tidak bisa mengucapkannya lewat kata - kata, sementara satu dari kami yang lain sampai lututnya terasa lemah dikarenakan keyakjuban akan ciptaan Tuhan ini. Kami berteriak "Ini Longat, Kampung kami akan kami jaga dan kami lestarikan"
Setelah menikmati alam yang mulai dari pagi sampai jam 12.30 siang, kami sepakat untuk mengakhiri perjalanan dan kembali ke kamp untuk persiapan pulang.
Sesampainya di kamp kami mulai packing untuk persiapan pulang. "Hal paling menyakitkan bagiku saat Camping seperti ini adalah ketika Packing dan memulai perjalanan pulang"
Untuk pulang kali ini kami menargetkan tiba diperkampungan sebelum maghrib, pada akhirnya kami sampai tepat pukul 18.14 wib. Itu artinya waktu yang kami habiskan selama di hutan mulai dari berangkat sampai kembali ke perkampungan adalah 26 jam 10 menit. Singkat memang tapi cukup berkesan. Semoga saja masih ada kesempatan untuk pendakian berikutnya.
Salam Lestari
Rabu, 29 Januari 2014
Afwan, Sebuah Nama
Panyabungan, 25 Januari 2014
Sebelum berpisah dengan anak ini, saya bisikkan sesuatu di telinganya "Afwan gendut" tapi kali ini reaksinya di luar dugaan dia tidak marah seperti biasanya dia senyum saat ditanya sama ibunya apa yang saya bisikkan, dia beragaya seolah - olah ingin membisikkan sesuatu ke telinga ibunya tapi sekali lagi dia menunjukkan kecerdasan dia tidak membisikkan apa - apa dia malah mencium pipi sang ibu :)
Read More..
Bismillah, sudah lama sekali rasanya tidak meng-update postingan di blog ini, setelah saya lihat recent post-nya ternya terakhir nge-blog tahun 2012 benar-benar emejing istilah sekarang :-D
Kali ini saya akan cerita tentang seorang anak, sebenarnya dia seperti anak biasa lainnya bermain dengan ceria. Namun setelah berkenalan yah atau setidaknya anda berinteraksi dengannya anda akan tahu bahwa dia anak yang cerdas melebihi usianya. sebut saja namanya Afwan, entah kenapa orang tuanya memberi nama itu, apakah dia ingin anaknya menjadi orang yang pemaaf atau orang yang suka minta maaf, entahlah. Lalu kenapa ini jadi penting???
Pagi itu ada acara peringatan Maulidir Rasul di sekolah tempatku mengajar, salah seorang rekan guru membawa sepasang anaknya, salah satunya Afwan usianya baru sekitar 3 tahun, badannya agak gempal tapi dia paling tidak suka disebut gendut. Seperti kebanyakan anak - anak di usianya yang senang bermain, dia main kejar - kejaran dengan kakaknya. Karena saya termasuk bangsa orang yang senang sama anak - anak muncul hasrat ingin berinteraksi dengan dia. awalnya dia agak kurang peduli dan cuek gitu tapi setelah berkali - kali kucoba untuk berinteraksi akhirnya dia mau juga, di sinilah terjadi sesuatu yang berada di luar nalar saya, saat itu siswa - siswi anggota OSIS membagi - bagikan makanan ringan untuk guru, undangan dan siswa yang lain. Saat makanan sudah terhidang, Afwan dan kakaknya masih asik lari - lari lalu ibunya memanggil si kakak untuk makan sementara Afwan masih asik main sendiri, setelah capek dia berlari kepangkuan ibunya, saat ditawarkan untuk makan dia menolak, saya juga ikut menawarkan makanan tapi tidak berhasil. Dia kembali main kejar - kejaran dengan kakaknya, mungkin dia capek dan kembali ke tempat bundanya duduk, saat itu saya tanya "Afwan mau makan?" tahu apa jawabnya "Iya Oom, tapi Afwan gak mau makan kalau kak Aulia gak ikut makan"
Di usianya yang baru sekitar 3 tahun dia menunjukkan sikap seoarang pemimpin dan penyayang, dia tidak mau makan kalau kakaknya tidak ikut makan meski dia sudah lapar. Kemudian dia minta donat sama ibunya, tahu apa yang dia perbuat dia menyuapai kakaknya duluan baru kemudian makan donat tersebut. Dalam hati saya terharu dan malu, Subhanalloh. Maha Suci Engkau Tuhan.
Melihat tingkah lakunya saya mulai tertarik untuk mengenal anak ini lebih dekat, menurut pengakuan ibunya di rumah dia sering menegor kakaknya kalau si kakak mencontoh apa yang dipertontonkan di televisi, dia akan bilang gak semua yang di TV itu bagus untuk di contoh. Masih menurut sang Ibu dia akan sangat marah kalau melihat kakaknya makan sambil jalan - jalan, anda tahu kan ini termasuk kebiasaan anak - anak usia 4-5 tahun, mungkin termasuk juga kita. Di lain waktu dia pernah mengayun adiknya dan menyanyikan lagu Kasih Sayangnya Bunda di luar itu semua dia juga anak yang pandai melucu, bukan lucu-an yang dibuat - buat seperti pada tayangan TV tapi lucuannya cukup cerdas kalau kita mnjalankan nalar.
Pernah suatu hari kata ibunya, si ayah ingin memotong rambutnya karena dirasa udah cukup panjang tahu apa kata anak ini "Ayah, rambut Afwan gak usah dipotong lagi udah terlalu sering dipotong"
Tahu apa yang bisa saya simpul kan? Di usianya yang baru sekitar 3 tahun, dia menjadi anak yang sangat penyayang terhadap saudara - saudaranya, begitu menjaga mereka bahkan dia rela menahan rasa lapar demi saudaranya dia juga mampu menjaga dan membimbing kakaknya yang lebih tua darinya, mengayomi adiknya. Sementara kita yang sudah dewasa dan berpendidikan tinggi??? Di samping itu semua dia juga orang yang humoris, ingat humoris yang cerdas. Pernah terbayangkan sama Anda untuk apa kita terus - menerus memotong rambut toh pada akhirnya dia akan memanjang lagi??
Terima kasih Afwan untuk harinya, hari yang emejing buat Oom. Senang bisa berinteraksi denganmu semoga kesempatan lain akan muncul lagi?
Sebelum berpisah dengan anak ini, saya bisikkan sesuatu di telinganya "Afwan gendut" tapi kali ini reaksinya di luar dugaan dia tidak marah seperti biasanya dia senyum saat ditanya sama ibunya apa yang saya bisikkan, dia beragaya seolah - olah ingin membisikkan sesuatu ke telinga ibunya tapi sekali lagi dia menunjukkan kecerdasan dia tidak membisikkan apa - apa dia malah mencium pipi sang ibu :)
Selasa, 11 September 2012
Remaja Muslim Ibadah Mingguan
Assalamu 'alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Segala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa
iman dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu
kepada Nabi Muhammad Saw berserta keluarga dan para
sahabat-sahabat Nabi semuanya.
Hari itu sekitar jam 15.11 menit, ketika sedang asyik menikmati secangkir teh terdengar bunyi handphone yang menandakan ada pesan masuk. Assalamu 'alaikum, bukunya udah ada, kalau mau datang kerumah sekarang
demikian isi pesan singkat itu, datang dari seorang sahabat yang sering meminjamkan buku sama saya sejak dari SMA. Dengan lihai jari saya bermain - main di atas keypad Hp dan mengetik balasan untuk pesan itu
Wa'alaykumussalam warohmah, nanti sore saya jemput
sekitar pukul 17.30 saya berangkat ke rumahnya dan benar saja buku yang ingin saya pinjam sudah disiapkan, saat mau pulang gerimis mengundang dan saya memutuskan untuk menunggu hujan reda dan ngobrol dengannya sampai mendekati waktu magrib. ke,udian saya pamit pulang dengan harapan bisa shalat magrib di mesjid di kampung saya tapi apa di kata ternyata di tengah jalan sudah azan, mau tak mau saya harus mencari masjid terdekat untuk menunaikan kewajiban. Saya berhenti di sebuah masjid yang cukup megah dan luas meskipun pembangunganya belum rampung tapi ruang utama masjid sudah dipakai bahkan untuk shalat jum'at pun masjid ini sudah dipakai hanya saja masih ada sedikit bangunan yang belum rampung.
Saat selesai salam saya menoleh ke belakang (saat itu saya berada di shaf paling depan) dan ternyata masjid yang begitu luas hanya di hadiri 16 makmum dan sekitar 5 orang yang shalat sendiri - sendiri dan yang lebih parah dari 22 orang yang ada dimasjid itu 3 anak - anak 7 remaja (Pemuda yag sebagian besar adalah anak pondokan/pesantren) dan sisanya adalah bapak - bapak yang sudah menikah.Dan sebelum pulang saya sempatkan lewat dari tempat shalat perempuan yang tentu saja di kasih pembatas kain biru yang panjang dan sekali lagi tidak ada terdengar suara remaja yang ada hanya suara ibu - ibu, memang shalat bagi perempuan lebih diutamakan di rumah tapi apakah tidak aneh? jika sebuah desa yang begitu luas tidak ada satupun anak gadis yang shalat ke masjid
Yang menarik perhatian saya adalah di mana para pemuda tempat ini saat magrib bukankah selama ini mereka rajin berdiri dipinggir jalan meminta infak pembangunan masjid kepada stiap orang yang lewat. Miris sekali, ketika masjid belum siap pakai mereka semangat untuk membangunnya tapi setelah masjid berdiri mereka hilang bagai ditelan bumi. Kondisi yang memperihatinkan di kalangan kita para remaja/pemuda muslim saat ini. Apakah masalah shalat sudah menjadi tanggungjawab mereka yang sekolah di Psanteren? tidak kawan, shalat itu tanggung jawab masing - masing.
Dan dalam perjalanan pulang saya sempat melewati sebuah tempat hiburan, waktu masih belum sampai jam 19.00 tapi sudah banyak pemuda dan pemudi yang berkeliaran, apakah tempat shalat sekarang sudah di ganti bukan di mesjid melainkan di tempat hiburan?
Satu - satunya saat banya remaja ke masjid untuk shalat adalah pada hari jum'at untuk pelaksanaan shalat jum'at yang menjadikan ibadah dalam milah ini seperti menjadi ibadah mingguan.
Bagaimana kita bisa mngaku Islam jika shalat tak bisa kita tegakkan, bukankah pembeda musyrik, kafir dan muslim adalah shalat, sesuai dengan sabda Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam
Bainar rojuli wa bainas siki wal kufri tarkus sholat (HR. Abu Dawud dan Nasa'i)
Pemisah sesorang (muslim) dengan musyrik dan kafir adalah meningglkan shalatDalam hadist lain di riwayatkan bahwa Rasulullah pernah bersabda
ada 10 golongan yang disiksa istimewa di antaranya adalah yang meninggalkan shalat, tangannya diikat, mulutnya dikunci dan malaikat terus memukulnya. Surga akan berkata "engkau tidak ada hubungannya dnganku, engkau bukan untukku dan aku bukan untukmu" sementara Jahannam akan berkata "mari, mari, kemarilah mendekat kepadaku, aku untukmu dan kamu untukku"
Sementara dalam hadist lain diceritakan bahwa di dalam jahannam ada lembah yang disebut dengan Lam - lam, di dalamnya ada seekor ular sebesa leher unta panjangnya sebulan perjalanan dan disediakan untuk yang meninggalkan shalat.
Sesungguhnya jika kita mengaku muslim tapi tidak mngerjakan shalat sama saja kita telah menghina Islam ini.
Sahabat fillah shalat itu bukan hanya sebuah kewajiban tapi juga kebutuhan hidup. bukankah sudah banyak penelitian tentang fungsi dan manfaat shalat dalam kehidupan dimana mereka selalu tercengang mengetahui manfaat shalat yang begitu besar dalam kehidupan terutama untuk kesehatan. Shalat itu bukanlah waktu yang lama ia hanya memrlukan 5 - 10 menit, jadi kita hanya diminta kurang lebih 1jam dari 24 jam yang kita miliki selama 1hari penuh. tidakkah kamu merindukan saat - saat hatimu merasa tentram ketika keningmu bagian paling mulia dari tubuhmu sujud untuk menghadap dan beribadah kepada Allah.
Tidakkah kamu ingin mwngikuti jejak Umar r.a yang telah mendapat jaminan sorga, saat penyakit mulai menggerogoti tubuhnya di masa tu bahakan beliau hanya bisa terbaring tapi keti waktu shalat tiba ia tegar berdiri dan mantap bersujud kepada sang Khaliq. Bahkam beliau sempat berpesan
Seseorang sangat perlu menjaga shalatnya, orang yang tidak menjaga shalatnya baginya tidak akan memperoleh bagian apapun dalam Islam ini
Jelas sekali seperti apa posisi shalat dal milah yang sui ini, saudaraku sebelu ajal mejemput, sebelum pintu taubat tertutup mari kita kembali ke jalan Islam ini mengakui segala ke alfaan dan kejahilan, mengakui semua dosa yang kita perbuat, mari kembali menapaki iman yang sudah mulai terenngut zaman yang membaya pada budaya jahiliyah ini.
Sahabatku, salah satu golongan yang mendapat jaminan langsung dari Allah di padang mahasar kelak adalah para pemuda yang menggantungkan hatinya pada masjid. Tidakkah kita menginginkan nikmat itu?
Kamis, 03 Mei 2012
RINTIHAN HATI
Aku menapaki keimananku ini
Berada dalam titik nadir dan jauh dari rahmat – Mu
Ku selami isi hati yang bisikannya sudah mulai tertutup bisikan nafsu dan setan
Ku renungi perbuatan yang selalu jauhkanku dari – Mu
Di sini hatiku merintih dan aku bermohon
Limpahkanlah magfiroh – Mu
Selimuti hatiku dengan cinta – Mu
Terima segala penyesalanku
Air mata ini aku tumpahkan untuk segala penyesalan
Terima ia agar tidak jadi sia – sia
Meskipun dia kering dan berganti darah
Tak akan mampu menghapus segala dosa
Jika tidak Engkau limpahkan magfirohmu
Wajah ini kembali aku sucikan dengan wudhu
Hati ini kembali aku terangi deng ayat – ayat – Mu
Jiwa ini kembali aku sirami dengan kerinduan akan – Mu
Kini aku benar – benar berserah diri di hadapan – Mu
Ku bersujud menghambarkan diri
Membuang segala kesombongan ku
Kini aku hanya makhluk hina dina
Ku hinakan diri ini dihadap – Mu
Berharap Engkau ganti dengan kemuliaan di sisi – Mu
Allah dengar rintihan hatiku
Yang rindu akan cintamu
Dengar jeritannya
Yang butuh kasih sayang – Mu
Allah sucikan jiwa dan hatiku dengan cinta – Mu
Allah selimuti hatiku dengan kasih sayang – Mu
Allah ampunkan segala dosa yang selimuti jiwa ini
Allah terima segala amalku ini
Rapuhnya Aqidah Kami (Generasi Muda)
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (QS. Al – Alaq : 1)
Merujuk pada sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam “Aku tinggalkan untukmu dua hal di mana kalau kamu berpegang teguh padanya kamu tidak akan merugi yaitu Al – Qur’an dan Sunnahku” ini merupakan wasiat yang disampaikan Rasulullah pada kita ummatnya agar bisa menjalani hidup dengan berpedoman terhadap yang dua hal itu. Sesungguhnya jika kita berpegang teguh pada aturan – aturan yang ada pada dua hal itu kita akan hidup tentram dan dimuliakan.
Judul tulisan ini adalah langit mendung, merupakan istilah yang penulis buat untuk kondisi generasi muda sekarang. Seharusnya para pemuda itu merupakan cahaya dan harapan ditengah – tengah masyrakat tapi pada kenyataan saat ini para pemuda dan pemudi sudah tidak lagi bisa memberikan cahayanya karena terhalang embun kelabu (kelakuan yang jauh dari milah Islam) seperti langit yang sedang mendung. Jadi tidak salah jika penulis mengambil istilah itu.
Teringat seorang ayah ditempatku berdiam, dia bukan orang yang ‘alim juga bukan ustadz tapi ada satu hal yang membuat saya kagum dengan bapak ini disetiap dia akan shalat berjamaah di Masjid dia hampir selalu membawa anak – anaknya untuk ikut shalat berjamaah. Di waktu magrib dia membawa 3 putranya yang semuanya masih duduk dibangku sekolah dasar. Saat isya tiba dia akan menunggu anak – anaknya pulang belajar tilawah untuk shalat berjamaah. Dan diwaktu subuh tidak jarang mereka mendahului saya sampai di mesjid, meskipun anak – anaknya belum punya kewajiban untuk shalat tapi dia sudah mulai menanamkan keimanan dan keislaman itu pada diri anak – anaknya. Anak – anak itu mungkin dibangunkan sekitar jam 4 lebih padahal anak – anak yang lain bahkan para remaja dan orang dewasapun masih banyak yang larut dalam lelapnya tidur dan berisiknya suara dengkuran. Tak ada tersirat diwajah mereka rasa kesal ataupun mimik wajah marah karena lelapnya diganggu malahan mereka selalu terlihat senyum ketika kita menyapa dan tidak jarang malahan mereka yang lebih dulu tersenyum ramah menyapa orang – orang yang hadir untuk shalat subuh berjamaah yang semuanya adalah orang dewasa.
Saya terkadang merasa malu dengan mereka, sering saya telat bangun dan tidak sempat ikut shalat subuh berjamaah padahal shalat subuh berjamaah merupakan salah satu tolak ukur keimanan seseorang. Apakah ini pertanda keimanan mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar lebih kuat dari saya atau mungkin kita yang lebih memilih tidur dan mendengkur. Bahkan di satu saat, ada anak yang juga seusia dengan mereka setelah adzan selesai bergema dia berdiri untuk shalat sunnah sebelum subuh. Tubuh saya bergetar seketika itu, anak SD menyempatkan diri shalat dua rakaat sebelum salat fardu yang sebenarnya belum merupakan kewajiban mereka. Sementara kita?
Jauh ya bertolak belakang dengan keadan kita yang katanya remaja, dewasa dan juga yang katanya sudah bisa mandiri. Seberapa sering adzan subuh itu kita abaikan? Tahukah engkau sahabat mudaku, shlat subuh itu merupakan pembatas kita denga orang – orang munafik. Dan shalat subuh itu merupakan pengganti shalat sunnah semalam suntuk.
Dari cerita di atas kita sudah melihat salah satu contoh mendungnya para pemuda sekarang ini. Itu masih soal shalat subuh. Belum lagi dalam hal lain begitu banyaknya kita lari dari aturan – aturan Al – Qur’an dan Al – Hadist. Kita tidak indahkan lagi aturan agama yang begitu memuliakan kita, kini tinggalkan sunnah itu dan kita ganti dengan hal yang mengutamakan permintaan nafsu kita.
Malah anak muda sekarang terkesan aneh, ketika ada orng yang berusaha dan memakai aturan – aturan agama malah di cap kolot dan kampungan. Sebut saja ketika ada perempuan yang yang memakai jilbab panjang lebar dan sesuai syari’at akan dicap dengan kata kolot, sok alim ataupun istri teroris ini merupakan tuduhan yang tidak beralasan.
Kolot? Saya rasa agama inilah yang paling canggih dimuka bumi ini, jadi aturannya sudah pasti juga canggih. Pernah tidak kamu lihat cewek pake jilabab panjang lebar naik motor terus dikejar cowok – cowok iseng untuk menggodanya? Saya rasa tidak, tapi bagaimana dengan cewek yang berpakaian mini? Malahan sering ya kita lihat diuber – uber sama cowok – cowok iseng itu. Kenapa bisa demikian, itulah salah satu canggihnya aturan agama ini, jilbab yang kamu bilang kolot itu ternyata mampu membuat para cowok untuk diam ditempat dan tidak mengganggu para pemakainya.
Sok alim? Lalu kalau orang yang memakai pakaian yang mempertontonkan aurat itu disebut apa? Apakah ini yang dinamakn alim. Hello, atau disebut sok tidak ‘alim.
Istri teroris? Kayaknya kamu harus lebih banyak baca buku lagi deh, biar tahu mana itu yang disebut teroris. Apakah para aparat pemerintah yang melintasi orang – orang yang shalat dan menendang para jamaahnya itu tidak lebih layak disebut teroris.
Yakinlah, mereka hanya ingin melindungi diri mereka dari kutuk dan azab Allah dengan menjaga hijabnya.
Belum lagi para laki – laki yang sering ke masjid akan dapat cap yang aneh – aneh juga seperti kolot, sok alaim, karena ada maunya, biar dipuji dan sebagainya. Ini juga tuduhan yang tidak beralasan. Perlu kita ketahui bersama salah satu golongan orang – orang yang langsung mendapat perlindungan Allah di akhirat kelak adalah para pemuda yang menggantungkan hatinya di masjid (Hatinya selalu mengingat Allah dan terus – terus mengutamakan ibadah di rumah Allah)
Bukan hanya soal ibadah saja yang sudah mulai rusak pada diri generasi muda sekrang tapi juga moral. Perhatikan fakta dibawah ini yang diambil dari berbagai sumber :
Sebagian besar generasi muda saat ini sudah mengalami kerusakan moral bahkan sudah sampai pada titik nadir dan sangat menyedihkan, budaya – budaya keislaman sudah lagi tidak dijaga.
- Tahun 2005 di salah satu kabupaten di Indonesia hanya dari Januari – Juli saja 62% dari total pernikahan adalah para remaja yang ternyata sudah hamil duluan (ini yang masih mau menikah lho, belum lagi para remaja yang menggugurkan kehamilannnya)
- Dari tahun 2002 – 2005 saja dan hanya di satu kabupaten terdapat 59,22% mahasiswi yang hamil di luar nukah, 21,15% tidak terdata pendidikannya, remaja SMA 17,70%
- Pada rentang 3tahun itu terdapat 1.751 kasus remaja hamil diluar nikah
Itu hanya di satu tempat dan kejadiannya 8-10 tahun yang lalu yang saat itu pergaulan remaja belum sebebas sekarang ini di mana dari kabar yang beredar anak – anak SMP pun sudah banyak yang tidak perawan, bagaiman ya kalau ini menimpa kita tau keluarga kita?
Perhatikanlah betapa rapuhnya aqidah yang kita “warisi” ini, karena kenyataannya kita mendapati akidah ini dikarenakan orangtua kita sudah ada di dalam aqidah ini. Para remaja sekarang sudah tidak tertarik lagi berbicara Ilmu Pengetahuan, sejarah, teknologi apalagi aqidah. Bagi mereka jauh lebih penting membicarakan ataupun menyibukkan diri dengan aktivitas yang kurang bermanfaat seperti band, PS, artis idola, cewek/ cowok dan sejenisnya. Belum lagi kalau terjadi acara agama bersamaan dengan acara maksiat, misalnya pengajian dan dangdutan. Aneh bin ajaib, meskipun diguyur hujan lebat para remaja tetap menonton acara dangdutan itu sementara pengajian hanya akan dihadiri oleh orang – orang yang rindu dengan Allah dan senantiasa mencari rido dan hidayah – Nya di mana jumlah remaja yang hadir tidak lebih dari 15 orang.
Tidak berguna tangisan orang tua menyaksikan perbuatan terkutuk anak – anaknya karena pada dasarnya iman itu tidak bisa diwarisi dari orangtua yang bertaqwa itulah kenapa meskipun orangruanya ustadz anaknya pemaksiat. Kita telah terbuai akan tipu dunia yang sementara, terbuai akan materi dan kemewahan nafsu. Tidak ingantkah kamu para sahabat rasul dan tabi’in itu mengokohkan imannya, Bilal yang dijemur diterik matahari tetap teguh pendiriannya dengan kata “Ahad” yaitu meng – Esakan Allah meskipun dia akan mendapat kemewahan jika ia mau berpaling dari kalimat itu.
Apakah nilai Tuhanmu lebih rendah dari rasa cintamu akan pacarmu? Ataukah nilai Rabb mu lebih murah dibanding kemewahan yang kau cari itu?
Tak jarang ketika kekasih hatimu menelpon kamu ditengah malam kamu tebangun dan meladeni dia, ketika ada tanding bola kamu cepat tidur agar kamu bisa bangun dengan cepat demi menyaksikan pertandingan bola itu. Sementara di sepertiga malam terakhir Allah turun kelangit bumi untuk mengampuni dosa para pemohon ampun, memberikan permintaan para pemohon tapi itu tidak kita hiraukan.
Saudaraku, marilah kembali pegang kuat milah islam ini. Tanamkan rasa rindu dan cintamu kepada – Nya melebihi apapun yang ada karena Dia memang tidak layak dibandingkan dengan suatu apapun. Pelajari kembali aturan – aturan yang sudah diwahyukan kepada Rasulullah lewat ayat – ayat Al – Qur’an. Berdiri dan bersujudlah disepertiga malam mohon ampunkan dosa atas segala kesalahan yang telah diperbuat, lepas semua ikatan – ikatan kemaksiatan yang saat ini masih kamu pakai.
Para aktivis dakwah, lihatlah kami imannya yang rapuh ini. Kenapa kalian enggan menoleh kepada kami. Apakah kami sudah sebegitu hina sehingga tidak layak lagi untuk kalian pandang? Apakah seperti ini dakwah yang diajarkan murabbi pertama Rasulullah? Peluk dan dekaplah kami, papah iman kami agar kembali tegak berdiri, terangi jalan kami yang gelap ini. Bagaimana kami akan bisa kembali berpegang teguh pada agama ini jika kalian enggan menoleh? Kami kini datang menemui kalin berharap kalian luangkan sedikit waktu untu kami.
Tidak Ada Waktu Untuk Galau
Bismillaahirrohmaanirrohiim
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan maka tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan kepada Tuhanmu lah kamu berharap.” (QS : Al – Insyiroh 5 – 8)
Dari ayat itu dapat kita pahami sesungguhnya kita akan dihadapkan pada masalah dalam hidup ini, tapi meskipun demikian kita harus meyakini bahwa bersama dengan kesulitan (masalah) itu sendiri Allah sudah menyertakan kemudahan. Dalam hal ini yang memberikan garansi bukan manusia melainkan sang Khaliq yang Maha Kuasa.
Terkadang memang masalah yang kita hadapi itu dalam fikiran kita merupakan masalah yang sulit dan tidak bisa kita selesaikan sendiri, sebenarnya itu hanyalah persepsi logika dan fikiran kita saja yang tidak siap dengan kedatangan masalah itu. Bukankah Allah sudah menjaminkan bahwa tidak akan ada masalah yang kita hadapi di luar kemampuan kita, jadi semua terpulang pada diri kita sendiri bagaimana menilai masalah yamg kita hadapi. Dalam hal ini saya akan memberikan sedikit penalaran tentang ‘kenapa (terkadang) kita merasa masalah itu di luar batas kemampuan kita.
1. Ketidak dekatan kita dengan Allah
Ini merupakan hal yang penting dalam pemecahan masalah, bukankah Allah itu perancang yang paling sempurna? Jadi yakinkan diri bahwa sebenarnya masalah itu diberikan kepada kita karena Allah sudah merancang yang lebih baik dalam hiduo kita. Ketika kita tidak lagi dekat dengan Allah maka akal fikiran yang penuh dengan bisikan sayton akan mempengaruhi pemikiran kita akan datangnya masalah itu.
Bukankah pemberi soluai terbaik juga Allah, jadi ketika masalah itu sudah menimpa kita ucapkan rasa syukur dan lapangkan hati dan terus tetap dekatkan diri dengan Allah. Tapi ketika sudah berfikir dan bekerja keras tapi kondisi yang kita hadapi tidak juga ada perubahan bersabarlah, toh sabar dan shalat merupakan kekuatan seorang muslim yang ditinggalkan rasulullah dan juga perintah Allah. Sesungguhnya dengan bersabar kita akan menjadi pribadi yang tangguh dan dengan shalat kita akan menjadi pribadi yang mapan dan tenang dalam bertindak. Jika memang kita sudah merasa tidak sanggup lagi dengan masalah yang kita hadapi maka kembalikan masalah itu kepada Allah dengan shalat tahajjud, bermunajadlah dengan sang Khaliq karena semua masalah adalah datang darinya jadi sudah barang tentu Allah juga punya penyelesaian yang paling baik dan tentu Allah juga tidak tidak akan mengecewakan hamba – Nya yang bertakwa kepada – Nya.
2. Hati yang sudah mulai berkarat
Hati yang sudah berkarat sudah barang tentu bisikannya bukan lagi kebenaran dan tentu juga akan menyempitkan fikiran, nah kalau sudah begini ketika ada masalah yang emnimpa kita bukannya akan siap dengan kedatangan masalah itu tapi malah mengutuki keadaan dan ini sama sekali tidak akan membantu dalam menemukan solusi yang baik yang ada hanya akan memperkeruh suasana. Seprti kataa Hijjaz hati kalau sudah bersih pandangan – Nya akan menembus hijab, ini artinya kita akan menerima bisikan – bisikan hati nurani yang selalu benar dan akan menuntun kita untuk memperoleh jalan keluar terbaik.
Untuk mendapatkan bisikan – bisikan hati itu kita harus terlebih dahulu menyucikan hati kita. Maka dari itu marilah kita bersihkan hati kita mulai dari sekarang, mungkin selama ini kita sudah jarang sekali membaca ayat – ayat Allah yang merupakan pembersih jiwa dan hati.
3. Konsep diri yang salah tentang masalah itu sendiri
Ini merupakan permasalahan yang menambah masalah, maksudnya konsep diri tentang masalah ini dapat mempengaruhi jalan fikiran kita. Biasanya ketika kita sedang menghadapi masalah kita sering berfikir bahwa dunia sudah berhenti atau kiamat. Hello, kiamat jauh lebih dahsyat dari masalah yang kita hadapi. Jadi, buang jauh – jauh konsep buruk tentang masalah karena itu sama sekali tidak akan berhasil dalam penyelesaian masalah itu karena sesungguhnya ketika kita mendapatkan masalah itu artinya kita sedang dalam ujian kedewasan dan kematangan hidup. Itu artinya kita akan menjadi manusia yang dapat hidup mandiri dan menempuh kesuksesan dalam hidup karena tidak satupun manusia langsung sukses tanpa adanya masalah dan ini juga merupakan ujian keimanan kita.
Kalau kita menyerah berarti kita tida beriman donk, kan dah dijelaskan Allah dalam Al – Qur’an kalau manusia itu akan di uji keimanannya.
Masih tentang ayat yang di atas, disitu kita disuruh ketika kita menyelesaikan suatu urusan maka bekerja keraslah untuk urusan yang lain. Coba deh kita fikirkan, kalau selesai dari satu urusan kita disuruh untuk bekerja lebih keras untuk urusan yang lain bukankah ini maksudnya kita akan selalu berhadapan dengan urusan yang semakin hari semakin sulit, ini semua merupakan ketentuan Allah bagi hamba – Nya untuk menseleksi mana hamba yang benar – benar beriman dan teruji kesabarannya, bukankah Allah itu bersama orang – orang yang bersabar dan bertakwa?
Dan dari ayat terakhir dijelaskan inti dari semua itu adalah kembali kepada Allah, berharap hanya kepada Allah karena Allah lah yang akan menentukan takdir kita. Yakilah bahwa Allah merupakan tempat pengharapan
Read More..
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan maka tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan kepada Tuhanmu lah kamu berharap.” (QS : Al – Insyiroh 5 – 8)
Dari ayat itu dapat kita pahami sesungguhnya kita akan dihadapkan pada masalah dalam hidup ini, tapi meskipun demikian kita harus meyakini bahwa bersama dengan kesulitan (masalah) itu sendiri Allah sudah menyertakan kemudahan. Dalam hal ini yang memberikan garansi bukan manusia melainkan sang Khaliq yang Maha Kuasa.
Terkadang memang masalah yang kita hadapi itu dalam fikiran kita merupakan masalah yang sulit dan tidak bisa kita selesaikan sendiri, sebenarnya itu hanyalah persepsi logika dan fikiran kita saja yang tidak siap dengan kedatangan masalah itu. Bukankah Allah sudah menjaminkan bahwa tidak akan ada masalah yang kita hadapi di luar kemampuan kita, jadi semua terpulang pada diri kita sendiri bagaimana menilai masalah yamg kita hadapi. Dalam hal ini saya akan memberikan sedikit penalaran tentang ‘kenapa (terkadang) kita merasa masalah itu di luar batas kemampuan kita.
1. Ketidak dekatan kita dengan Allah
Ini merupakan hal yang penting dalam pemecahan masalah, bukankah Allah itu perancang yang paling sempurna? Jadi yakinkan diri bahwa sebenarnya masalah itu diberikan kepada kita karena Allah sudah merancang yang lebih baik dalam hiduo kita. Ketika kita tidak lagi dekat dengan Allah maka akal fikiran yang penuh dengan bisikan sayton akan mempengaruhi pemikiran kita akan datangnya masalah itu.
Bukankah pemberi soluai terbaik juga Allah, jadi ketika masalah itu sudah menimpa kita ucapkan rasa syukur dan lapangkan hati dan terus tetap dekatkan diri dengan Allah. Tapi ketika sudah berfikir dan bekerja keras tapi kondisi yang kita hadapi tidak juga ada perubahan bersabarlah, toh sabar dan shalat merupakan kekuatan seorang muslim yang ditinggalkan rasulullah dan juga perintah Allah. Sesungguhnya dengan bersabar kita akan menjadi pribadi yang tangguh dan dengan shalat kita akan menjadi pribadi yang mapan dan tenang dalam bertindak. Jika memang kita sudah merasa tidak sanggup lagi dengan masalah yang kita hadapi maka kembalikan masalah itu kepada Allah dengan shalat tahajjud, bermunajadlah dengan sang Khaliq karena semua masalah adalah datang darinya jadi sudah barang tentu Allah juga punya penyelesaian yang paling baik dan tentu Allah juga tidak tidak akan mengecewakan hamba – Nya yang bertakwa kepada – Nya.
2. Hati yang sudah mulai berkarat
Hati yang sudah berkarat sudah barang tentu bisikannya bukan lagi kebenaran dan tentu juga akan menyempitkan fikiran, nah kalau sudah begini ketika ada masalah yang emnimpa kita bukannya akan siap dengan kedatangan masalah itu tapi malah mengutuki keadaan dan ini sama sekali tidak akan membantu dalam menemukan solusi yang baik yang ada hanya akan memperkeruh suasana. Seprti kataa Hijjaz hati kalau sudah bersih pandangan – Nya akan menembus hijab, ini artinya kita akan menerima bisikan – bisikan hati nurani yang selalu benar dan akan menuntun kita untuk memperoleh jalan keluar terbaik.
Untuk mendapatkan bisikan – bisikan hati itu kita harus terlebih dahulu menyucikan hati kita. Maka dari itu marilah kita bersihkan hati kita mulai dari sekarang, mungkin selama ini kita sudah jarang sekali membaca ayat – ayat Allah yang merupakan pembersih jiwa dan hati.
3. Konsep diri yang salah tentang masalah itu sendiri
Ini merupakan permasalahan yang menambah masalah, maksudnya konsep diri tentang masalah ini dapat mempengaruhi jalan fikiran kita. Biasanya ketika kita sedang menghadapi masalah kita sering berfikir bahwa dunia sudah berhenti atau kiamat. Hello, kiamat jauh lebih dahsyat dari masalah yang kita hadapi. Jadi, buang jauh – jauh konsep buruk tentang masalah karena itu sama sekali tidak akan berhasil dalam penyelesaian masalah itu karena sesungguhnya ketika kita mendapatkan masalah itu artinya kita sedang dalam ujian kedewasan dan kematangan hidup. Itu artinya kita akan menjadi manusia yang dapat hidup mandiri dan menempuh kesuksesan dalam hidup karena tidak satupun manusia langsung sukses tanpa adanya masalah dan ini juga merupakan ujian keimanan kita.
Kalau kita menyerah berarti kita tida beriman donk, kan dah dijelaskan Allah dalam Al – Qur’an kalau manusia itu akan di uji keimanannya.
Masih tentang ayat yang di atas, disitu kita disuruh ketika kita menyelesaikan suatu urusan maka bekerja keraslah untuk urusan yang lain. Coba deh kita fikirkan, kalau selesai dari satu urusan kita disuruh untuk bekerja lebih keras untuk urusan yang lain bukankah ini maksudnya kita akan selalu berhadapan dengan urusan yang semakin hari semakin sulit, ini semua merupakan ketentuan Allah bagi hamba – Nya untuk menseleksi mana hamba yang benar – benar beriman dan teruji kesabarannya, bukankah Allah itu bersama orang – orang yang bersabar dan bertakwa?
Dan dari ayat terakhir dijelaskan inti dari semua itu adalah kembali kepada Allah, berharap hanya kepada Allah karena Allah lah yang akan menentukan takdir kita. Yakilah bahwa Allah merupakan tempat pengharapan
Langganan:
Postingan (Atom)
























