Laman

Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

RINTIHAN HATI



Aku menapaki keimananku ini
Berada dalam titik nadir dan jauh dari rahmat – Mu
Ku selami isi hati yang bisikannya sudah mulai tertutup bisikan nafsu dan setan
Ku renungi perbuatan yang selalu jauhkanku dari – Mu

Di sini hatiku merintih dan aku bermohon
Limpahkanlah magfiroh – Mu
Selimuti hatiku dengan cinta – Mu
Terima segala penyesalanku

Air mata ini aku tumpahkan untuk segala penyesalan
Terima ia agar tidak jadi sia – sia
Meskipun dia kering dan berganti darah
Tak akan mampu menghapus segala dosa
Jika tidak Engkau limpahkan magfirohmu

Wajah ini kembali aku sucikan dengan wudhu
Hati ini kembali aku terangi deng ayat – ayat – Mu
Jiwa ini kembali aku sirami dengan kerinduan akan – Mu
Kini aku benar – benar berserah diri di hadapan – Mu

Ku bersujud menghambarkan diri
Membuang segala kesombongan ku
Kini aku hanya makhluk hina dina
Ku hinakan diri ini dihadap – Mu
Berharap Engkau ganti dengan kemuliaan di sisi – Mu

Allah dengar rintihan hatiku
Yang rindu akan cintamu
Dengar jeritannya
Yang butuh kasih sayang – Mu

Allah sucikan jiwa dan hatiku dengan cinta – Mu
Allah selimuti hatiku dengan kasih sayang – Mu
Allah ampunkan segala dosa yang selimuti jiwa ini
Allah terima segala amalku ini
Read More..

Rapuhnya Aqidah Kami (Generasi Muda)




Bismillaahirrohmaanirrohiim
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (QS. Al – Alaq : 1)

Merujuk pada sabda Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam “Aku tinggalkan untukmu dua hal di mana kalau kamu berpegang teguh padanya kamu tidak akan merugi yaitu Al – Qur’an dan Sunnahku” ini merupakan wasiat yang disampaikan Rasulullah pada kita ummatnya agar bisa menjalani hidup dengan berpedoman terhadap yang dua hal itu. Sesungguhnya jika kita berpegang teguh pada aturan – aturan yang ada pada dua hal itu kita akan hidup tentram dan dimuliakan.

Judul tulisan ini adalah langit mendung, merupakan istilah yang penulis buat untuk kondisi generasi muda sekarang. Seharusnya para pemuda itu merupakan cahaya dan harapan ditengah – tengah masyrakat tapi pada kenyataan saat ini para pemuda dan pemudi sudah tidak lagi bisa memberikan cahayanya karena terhalang embun kelabu (kelakuan yang jauh dari milah Islam) seperti langit yang sedang mendung. Jadi tidak salah jika penulis mengambil istilah itu.

Teringat seorang ayah ditempatku berdiam, dia bukan orang yang ‘alim juga bukan ustadz tapi ada satu hal yang membuat saya kagum dengan bapak ini disetiap dia akan shalat berjamaah di Masjid dia hampir selalu membawa anak – anaknya untuk ikut shalat berjamaah. Di waktu magrib dia membawa 3 putranya yang semuanya masih duduk dibangku sekolah dasar. Saat isya tiba dia akan menunggu anak – anaknya pulang belajar tilawah untuk shalat berjamaah. Dan diwaktu subuh tidak jarang mereka mendahului saya sampai di mesjid, meskipun anak – anaknya belum punya kewajiban untuk shalat tapi dia sudah mulai menanamkan keimanan dan keislaman itu pada diri anak – anaknya. Anak – anak itu mungkin dibangunkan sekitar jam 4 lebih padahal anak – anak yang lain bahkan para remaja dan orang dewasapun masih banyak yang larut dalam lelapnya tidur dan berisiknya suara dengkuran. Tak ada tersirat diwajah mereka rasa kesal ataupun mimik wajah marah karena lelapnya diganggu malahan mereka selalu terlihat senyum ketika kita menyapa dan tidak jarang malahan mereka yang lebih dulu tersenyum ramah menyapa orang – orang yang hadir untuk shalat subuh berjamaah yang semuanya adalah orang dewasa.
Saya terkadang merasa malu dengan mereka, sering saya telat bangun dan tidak sempat ikut shalat subuh berjamaah padahal shalat subuh berjamaah merupakan salah satu tolak ukur keimanan seseorang. Apakah ini pertanda keimanan mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar lebih kuat dari saya atau mungkin kita yang lebih memilih tidur dan mendengkur. Bahkan di satu saat, ada anak yang juga seusia dengan mereka setelah adzan selesai bergema dia berdiri untuk shalat sunnah sebelum subuh. Tubuh saya bergetar seketika itu, anak SD menyempatkan diri shalat dua rakaat sebelum salat fardu yang sebenarnya belum merupakan kewajiban mereka. Sementara kita?
Jauh ya bertolak belakang dengan keadan kita yang katanya remaja, dewasa dan juga yang katanya sudah bisa mandiri. Seberapa sering adzan subuh itu kita abaikan? Tahukah engkau sahabat mudaku, shlat subuh itu merupakan pembatas kita denga orang – orang munafik. Dan shalat subuh itu merupakan pengganti shalat sunnah semalam suntuk.

Dari cerita di atas kita sudah melihat salah satu contoh mendungnya para pemuda sekarang ini. Itu masih soal shalat subuh. Belum lagi dalam hal lain begitu banyaknya kita lari dari aturan – aturan Al – Qur’an dan Al – Hadist. Kita tidak indahkan lagi aturan agama yang begitu memuliakan kita, kini tinggalkan sunnah itu dan kita ganti dengan hal yang mengutamakan permintaan nafsu kita.
Malah anak muda sekarang terkesan aneh, ketika ada orng yang berusaha dan memakai aturan – aturan agama malah di cap kolot dan kampungan. Sebut saja ketika ada perempuan yang yang memakai jilbab panjang lebar dan sesuai syari’at akan dicap dengan kata kolot, sok alim ataupun istri teroris ini merupakan tuduhan yang tidak beralasan.
Kolot? Saya rasa agama inilah yang paling canggih dimuka bumi ini, jadi aturannya sudah pasti juga canggih. Pernah tidak kamu lihat cewek pake jilabab panjang lebar naik motor terus dikejar cowok – cowok iseng untuk menggodanya? Saya rasa tidak, tapi bagaimana dengan cewek yang berpakaian mini? Malahan sering ya kita lihat diuber – uber sama cowok – cowok iseng itu. Kenapa bisa demikian, itulah salah satu canggihnya aturan agama ini, jilbab yang kamu bilang kolot itu ternyata mampu membuat para cowok untuk diam ditempat dan tidak mengganggu para pemakainya.
Sok alim? Lalu kalau orang yang memakai pakaian yang mempertontonkan aurat itu disebut apa? Apakah ini yang dinamakn alim. Hello, atau disebut sok tidak ‘alim.
Istri teroris? Kayaknya kamu harus lebih banyak baca buku lagi deh, biar tahu mana itu yang disebut teroris. Apakah para aparat pemerintah yang melintasi orang – orang yang shalat dan menendang para jamaahnya itu tidak lebih layak disebut teroris.
Yakinlah, mereka hanya ingin melindungi diri mereka dari kutuk dan azab Allah dengan menjaga hijabnya.

Belum lagi para laki – laki yang sering ke masjid akan dapat cap yang aneh – aneh juga seperti kolot, sok alaim, karena ada maunya, biar dipuji dan sebagainya. Ini juga tuduhan yang tidak beralasan. Perlu kita ketahui bersama salah satu golongan orang – orang yang langsung mendapat perlindungan Allah di akhirat kelak adalah para pemuda yang menggantungkan hatinya di masjid (Hatinya selalu mengingat Allah dan terus – terus mengutamakan ibadah di rumah Allah)

Bukan hanya soal ibadah saja yang sudah mulai rusak pada diri generasi muda sekrang tapi juga moral. Perhatikan fakta dibawah ini yang diambil dari berbagai sumber :
Sebagian besar generasi muda saat ini sudah mengalami kerusakan moral bahkan sudah sampai pada titik nadir dan sangat menyedihkan, budaya – budaya keislaman sudah lagi tidak dijaga.
-    Tahun 2005 di salah satu kabupaten di Indonesia hanya dari Januari – Juli saja 62% dari total pernikahan adalah para remaja yang ternyata sudah hamil duluan (ini yang masih mau menikah lho, belum lagi para remaja yang menggugurkan kehamilannnya)
-    Dari tahun 2002 – 2005 saja dan hanya di satu kabupaten terdapat 59,22% mahasiswi yang hamil di luar nukah, 21,15% tidak terdata pendidikannya, remaja SMA 17,70%
-    Pada rentang 3tahun itu terdapat 1.751 kasus remaja hamil diluar nikah
Itu hanya di satu tempat dan kejadiannya 8-10 tahun yang lalu yang saat itu pergaulan remaja belum sebebas sekarang ini di mana dari kabar yang beredar anak – anak SMP pun sudah banyak yang tidak perawan, bagaiman ya kalau ini menimpa kita tau keluarga kita?

Perhatikanlah betapa rapuhnya aqidah yang kita “warisi” ini, karena kenyataannya kita mendapati akidah ini dikarenakan orangtua kita sudah ada di dalam aqidah ini. Para remaja sekarang sudah tidak tertarik lagi berbicara Ilmu Pengetahuan, sejarah, teknologi apalagi aqidah. Bagi mereka jauh lebih penting membicarakan ataupun menyibukkan diri dengan aktivitas yang kurang bermanfaat seperti band, PS, artis idola, cewek/ cowok dan sejenisnya. Belum lagi kalau terjadi acara agama bersamaan dengan acara maksiat, misalnya pengajian dan dangdutan. Aneh bin ajaib, meskipun diguyur hujan lebat para remaja tetap menonton acara dangdutan itu sementara pengajian hanya akan dihadiri oleh orang – orang yang rindu dengan Allah dan senantiasa mencari rido dan hidayah – Nya di mana jumlah remaja yang hadir tidak lebih dari 15 orang.

Tidak berguna tangisan orang tua menyaksikan perbuatan terkutuk anak – anaknya karena pada dasarnya iman itu tidak bisa diwarisi dari orangtua yang bertaqwa itulah kenapa meskipun orangruanya ustadz anaknya pemaksiat. Kita telah terbuai akan tipu dunia yang sementara, terbuai akan materi dan kemewahan nafsu. Tidak ingantkah kamu para sahabat rasul dan tabi’in itu mengokohkan imannya, Bilal yang dijemur diterik matahari tetap teguh pendiriannya dengan kata “Ahad” yaitu meng – Esakan Allah meskipun dia akan mendapat kemewahan jika ia mau berpaling dari kalimat itu.
Apakah nilai Tuhanmu lebih rendah dari rasa cintamu akan pacarmu? Ataukah nilai Rabb mu lebih murah dibanding kemewahan yang kau cari itu?

Tak jarang ketika kekasih hatimu menelpon kamu ditengah malam kamu tebangun dan meladeni dia, ketika ada tanding bola kamu cepat tidur agar kamu bisa bangun dengan cepat demi menyaksikan pertandingan bola itu. Sementara di sepertiga malam terakhir Allah turun kelangit bumi untuk mengampuni dosa para pemohon ampun, memberikan permintaan para pemohon tapi itu tidak kita hiraukan.

Saudaraku, marilah kembali pegang kuat milah islam ini. Tanamkan rasa rindu dan cintamu kepada – Nya melebihi apapun yang ada karena Dia memang tidak layak dibandingkan dengan suatu apapun. Pelajari kembali aturan – aturan yang sudah diwahyukan kepada Rasulullah lewat ayat – ayat Al – Qur’an. Berdiri dan bersujudlah disepertiga malam mohon ampunkan dosa atas segala kesalahan yang telah diperbuat, lepas semua ikatan – ikatan kemaksiatan yang saat ini masih kamu pakai.
Para aktivis dakwah, lihatlah kami imannya yang rapuh ini. Kenapa kalian enggan menoleh kepada kami. Apakah kami sudah sebegitu hina sehingga tidak layak lagi untuk kalian pandang? Apakah seperti ini dakwah yang diajarkan murabbi pertama Rasulullah? Peluk dan dekaplah kami, papah iman kami agar kembali tegak berdiri, terangi jalan kami yang gelap ini. Bagaimana kami akan bisa kembali berpegang teguh pada agama ini jika kalian enggan menoleh? Kami kini datang menemui kalin berharap kalian luangkan sedikit waktu untu kami.
Read More..

Tidak Ada Waktu Untuk Galau

Bismillaahirrohmaanirrohiim
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan maka tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan kepada Tuhanmu lah kamu berharap.” (QS : Al – Insyiroh 5 – 8)





Dari ayat itu dapat kita pahami sesungguhnya kita akan dihadapkan pada masalah dalam hidup ini, tapi meskipun demikian kita harus meyakini bahwa bersama dengan kesulitan (masalah) itu sendiri Allah sudah menyertakan kemudahan. Dalam hal ini yang memberikan garansi bukan manusia melainkan sang Khaliq yang Maha Kuasa.
Terkadang memang masalah yang kita hadapi itu dalam fikiran kita merupakan masalah yang sulit dan tidak bisa kita selesaikan sendiri, sebenarnya itu hanyalah persepsi logika dan fikiran kita saja yang tidak siap dengan kedatangan masalah itu. Bukankah Allah sudah menjaminkan bahwa tidak akan ada masalah yang kita hadapi di luar kemampuan kita, jadi semua terpulang pada diri kita sendiri bagaimana menilai masalah yamg kita hadapi. Dalam hal ini saya akan memberikan sedikit penalaran tentang ‘kenapa (terkadang) kita merasa masalah itu di luar batas kemampuan kita.
1.    Ketidak dekatan kita dengan Allah
Ini merupakan hal yang penting dalam pemecahan masalah, bukankah Allah itu perancang yang paling sempurna? Jadi yakinkan diri bahwa sebenarnya masalah itu diberikan kepada kita karena Allah sudah merancang yang lebih baik dalam hiduo kita. Ketika kita tidak lagi dekat dengan Allah maka akal fikiran yang penuh dengan bisikan sayton akan mempengaruhi pemikiran kita akan datangnya masalah itu.
Bukankah pemberi soluai terbaik juga Allah, jadi ketika masalah itu sudah menimpa kita ucapkan rasa syukur dan lapangkan hati dan terus tetap dekatkan diri dengan Allah. Tapi ketika sudah berfikir dan bekerja keras tapi kondisi yang kita hadapi tidak juga ada perubahan bersabarlah, toh sabar dan shalat merupakan kekuatan seorang muslim yang ditinggalkan rasulullah dan juga perintah Allah. Sesungguhnya dengan bersabar kita akan menjadi pribadi yang tangguh dan dengan shalat kita akan menjadi pribadi yang mapan dan tenang dalam bertindak. Jika memang kita sudah merasa tidak sanggup lagi dengan masalah yang kita hadapi maka kembalikan masalah itu kepada Allah dengan shalat tahajjud, bermunajadlah dengan sang Khaliq karena semua masalah adalah datang darinya jadi sudah barang tentu Allah juga punya penyelesaian yang paling baik dan tentu Allah juga tidak tidak akan mengecewakan hamba – Nya yang bertakwa kepada – Nya.
2.    Hati yang sudah mulai berkarat
Hati yang sudah berkarat sudah barang tentu bisikannya bukan lagi kebenaran dan tentu juga akan menyempitkan fikiran, nah kalau sudah begini ketika ada masalah yang emnimpa kita bukannya akan siap dengan kedatangan masalah itu tapi malah mengutuki keadaan dan ini sama sekali tidak akan membantu dalam menemukan solusi yang baik yang ada hanya akan memperkeruh suasana. Seprti kataa Hijjaz hati kalau sudah bersih pandangan – Nya akan menembus hijab, ini artinya kita akan menerima bisikan – bisikan hati nurani yang selalu benar dan akan menuntun kita untuk memperoleh jalan keluar terbaik.
Untuk mendapatkan bisikan – bisikan hati itu kita harus terlebih dahulu menyucikan hati kita. Maka dari itu marilah kita bersihkan hati kita mulai dari sekarang, mungkin selama ini kita sudah jarang sekali membaca ayat – ayat Allah yang merupakan pembersih jiwa dan hati.
3.    Konsep diri yang salah tentang masalah itu sendiri
Ini merupakan permasalahan yang menambah masalah, maksudnya konsep diri tentang masalah ini dapat mempengaruhi jalan fikiran kita. Biasanya ketika kita sedang menghadapi masalah kita sering berfikir bahwa dunia sudah berhenti atau kiamat. Hello, kiamat jauh lebih dahsyat dari masalah yang kita hadapi. Jadi, buang jauh – jauh konsep buruk tentang masalah karena itu sama sekali tidak akan berhasil dalam penyelesaian masalah itu karena sesungguhnya ketika kita mendapatkan masalah itu artinya kita sedang dalam ujian kedewasan dan kematangan hidup. Itu artinya kita akan menjadi manusia yang dapat hidup mandiri dan menempuh kesuksesan dalam hidup karena tidak satupun manusia langsung sukses tanpa adanya masalah dan ini juga merupakan ujian keimanan kita.
Kalau kita menyerah berarti kita tida beriman donk, kan dah dijelaskan Allah dalam Al – Qur’an kalau manusia itu akan di uji keimanannya.
Masih tentang ayat yang di atas, disitu kita disuruh ketika kita menyelesaikan suatu urusan maka bekerja keraslah untuk urusan yang lain. Coba deh kita fikirkan, kalau selesai dari satu urusan kita disuruh untuk bekerja lebih keras untuk urusan yang lain bukankah ini maksudnya kita akan selalu berhadapan dengan urusan yang semakin hari semakin sulit, ini semua merupakan ketentuan Allah bagi hamba – Nya untuk menseleksi mana hamba yang benar – benar beriman dan teruji kesabarannya, bukankah Allah itu bersama orang – orang yang bersabar dan bertakwa?
Dan dari ayat terakhir dijelaskan inti dari semua itu adalah kembali kepada Allah, berharap hanya kepada Allah karena Allah lah yang akan menentukan takdir kita. Yakilah bahwa Allah merupakan tempat pengharapan
Read More..

Sabtu, 28 April 2012

RENUNGAN UNTUKMU SAHABAT MUDAKU



Bismillaahirrohmaanirrhoohiim
Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Bakda tahmid, solatan ‘ala rosulillah “Allohumma Sholli ‘ala sayyidina Muhammad, Tibbil qulubii wa dawa’iha wa ‘afiatal abadani washifa’iha wa nuuril abshori wa diya’iha wa ‘ala alihi washohbihi wabarik wasallam”

Sahabat mudaku, aku bukanlah guru yang ingin menentang keinginan mudamu untuk terus menikmati masa mudamu dengan hal yang menurutmu bisa membuatmu senang dan bahagia, aku juga bukan orang suci yang tidak tersentuh dosa bukankah hanya para nabi dan rasul yang taksyim (tidak tersentuh dosa), aku juga bukan ulama yang paham betul dengan agama untuk mengguruimu tentu aku juga bukan aulia Allah yang penuh karomah. Aku hanya seorang pemuda, sama denganmu penuh dengan keinginan syahwat duniawi, penuh dengan keinginan kesenangan – kesenangan semu. Sering berharap ada di tengah – tengah kemewahan dan kemegahan duniawi.
Di saat usiaku beranjak dewasa, sama halnya sepertimu aku juga punya daya tarik terhadap lawan jenis sering aku berfikir bagaima agar aku bisa selalu bersama dengan mereka, sering berfikir mempunyai segalanya dan semua inginku dengan mudah aku peroleh. Aku juga sering berada di antara para pembuat maksiat itu, sering membuat luka di hati orang – orang yang aku cintai, mengecewakan ibuku sayang yang dengan susah payah mempertaruhkan hidupnya untuk kelahiranku, mengecewakan ayahku sayang yang tulangnya mulai keropos, ototnya mulai lemah dikarenakan bekerja keras demi kelangsungan hidupku. Aku juga sering berada di tengah – tengah para pembentak orang tua, tak jarang kata “ah” keluar dari mulut ini ketika ada ingin yang tak bisa mereka penuhi. Sering juga kok aku berbohong kepada mereka. Kamu tahukan adzan, panggilan sholat itu sering sekali aku abaikan seakan itu hanya angin lalu, rasa syukurku terhadap Allah hilang seakan maut tidak akan pernah menghampiriku.
Jadi sahabat mudaku, aku bukan orang suci aku sama dengan manusia lain penuh dosa dan nestapa, berada dalam titik nadir keimanan. Sholat yang diwajibkan itu sering tidak aku tunaikan, tilawah Qur’an itu sering aku lupakan bahkan tidak jarang hal – hal yang dilarang agama sering aku perbuat.
Menikmati indah pacaran dengan segala kemaksiatannya tak luput dari perbuatanku, tak jarang perempuan – perempuan itu aku lukai secara bathin, kemudian ketika aku merasa puas aku tinggalkan.
Perkelahian antara remaja merupakan hal yang lumrah juga, dengan semua kesombongan dan kecongkakan itu tidak jarang aku menentang Kuasa Allah.

Kini, aku berdiri disepertiga malam mengingati apa – apa yang aku perbuat aku berada dalam titik nadir, penuh dengan dosa dihadapan yang Maha Suci, aku meraasa malu berada di depan Allah dengan segala dosa yang telah aku tumpuk. Berharap dengan penuh harapan agar magfiroh – Nya aku dapati agar kasih sayang – Nya bersemayam dalam hati. Cucuran air mata ini takkan mampu membasuh semua dosa ini. Dengan penuh kehinaan aku memohon ampunan – Nya, semua kesombongan yang dulu aku banggakan kini hilang lenyap dihadapan – Nya, aku bukan apa – apa di hadapan – Nya, aku hanya bagai seorang anai yang tak punya kekuatan dan daya upaya. Kucoba untuk menata keimanan ku lagi, kumulai dengan syahadat yang selama itu tak pernah aku pedulikan, kusucikan diri ini dengan air Saokohum robbuhum saroban tokhuro lewat mandi taubat tapi tetap saja diri ini merasa hina, entah nanti aku layak berada di antara hamba – hamba yang dicintai Allah, aku benar – benar hanya bisa serharap.
Hina diri ini seakan tak kuasa menginjakkan kaki di rumah – Nya, bukan karena aku takut, bukan karena aku tidak bisa tapi diri merasa terlalu hina untuk sekedar memasuki rumah – Nya yang suci, tak kuasa air mata ini untuk tidak mengalir ketika bersujud dihadapan – Nya. Bukan, aku bukan sok alim. Aku ingat salah satu dari 4 hal yang akan dipertanyakan sebelum kita bisa beranjak dari hisab Allah di akhirat kelak adalah “Masa muda kita untuk apa kita perbuat?”
Dengan semua apa yang telah aku perbuat aku benar – benar takut jika masa muda ini tidak bisa aku pertanggung jawabkan, tidak bisa membawaku dekat dengan – Nya, juga takut jika ternyata amal perbuatanku tak sampai membawaku ke dalam ridho – Nya, aku takut tidak bisa berkumpul dengan orang – orang Saleh yang ada di Jannah – Nya. Jika saja semua umur yang tersisa ini aku habiskan aku yakin itu tidak akan mampu mengimbangi berat dosa yang saat ini kupikul. Aku takut jika disaat aku belum mendapatkan ridho – Nya aku telah dipanggil kehadapan – Nya, jika begitu kemana nanti aku kelak dikembalikan jika bukan jahannam, aku takut jika saat tua yang selalu aku fikirkan saat untuk taubat aku tidaklah sampai padanya, aku takut sebelum aku sampai pada masa tua itu aku telah dipanggil oleh Allah. Jika bukan Dia siapa lagi nanti yang bisa aku jadikan penolong.
Sahabat, hari ini aku masih lihat kamu begitu bergelut dengan maksiat, minuman keras itu masih sering kamu teguk, judi yang sering kita anggap jadi jalan untuk mendapatkan uang masih sering kamu perbuat, dan zina (meskipun itu cuma zina kecil seperti pelukan, ciuman ataupun yang lainnya) masih sering jadi bagian pesta maksiat yang kamu perbuat. Aku masih melihat kalian saling pegangan tangan, berpelukan diatas motor itu dan terus memperlihatkan semua kemaksiatan itu dihadapan masyarakat banyak, seakan mengumumkan ke dunia bahwa zina adalah jalan hidupnya. Aku masih sering tidak mendengar ucapan basmalah ketika menyantap rezeki dari Allah juga tak pernah aku dengar ucapan hamdalah atas semua kenikmatan yang telah diberikan – Nya kepadamu.
Apa kamu tidak takut jika saja masa tua (untuk bertobat) tidak ada kesempatan bagi kita?
Tidak pernahkah kamu bertafakkur di tempat tidurmu mengenangkan nasib diri kelak di hadapan Ilahi? Begitu kerdil kita dan berbalut dosa, mampukah kita melewati titian Shirot nanti dengan dosa yang menggunung ini, betapa berat dosa kita yang tentu tak dapat kita pikul sendiri. Apakah kita tidak pernah mengenang diri jika esok bukan milik kita lagi dan mata tak pasti terbuka, jantung tak pasti berdetak lagi dan nafas tak pasti terhembus lagi kemana kita akan dikembalikan jika bukan Nar.

Sahabat mudaku, sebelum kita pergi berangkat ke akhirat sana mari kita renungi apakah amal – amal kita akan mampu mengimbangi dosa – dosa kita selama ini, bagaimana jika ternyata amal kita yang sedikit ini tak berterima dihadapan – Nya? Siapa yang akan kita jadikan penolong?
Sahabat mudaku, aku berharap jika disaat ini kita bisa tertawa bersama – sama dalam kesenangan nanti di akhirat kelak kita juga tetap bisa tertawa di tempat kebahagiaan sejati. Seperti di awal aku tuliskan aku bukanlah orang suci, jadi aku butuk kamu sahabat mudaku untuk terus bersatu dalam jihad menuju Jannah Allah ini, aku butuh kamu sebagai penguatku, aku butuh kamu sebagai pengajar dan penasehat ketika kehilafan – kehilafan dalam keseharianku masih sering terjadi, aku butuh kamu untuk memapahku di jalan Islam ini karena aku hanya orang lemah yang tak punya daya upaya, aku butuh kamu untuk terus memberiku semangat ketika iman dihati ini mulai melemah, dan aku butuh kamu untuk terus menguatkanku ketika aku rapuh dan aku butuh kamu untuk terus membimbingku agar tetap bisa berada dalam milah Islam ini.

Shabatku, aku tidak pernah merasa setakut ini sebelumnya, ketakukan ketika tidak lulus ujian ataupun ketika berhadapan dengan kepala sekolah itu semua tidak ada apa – apanya di banding saat ini, aku takut jika maut sudah dekat denganku, sementara amalku tidak berterima dan aku takut mati dalam keadaan shuul khotimah. Semoga rasa takut yang aku rasa sekarang ini juga berada dalam hatimu agar kita bisa saling menguatkan dalam milah Islam ini.

Semoga Allah memudahkan kita dalam mencapai rido – Nya dan diberikannya waktu bagi kita untuk kembali menata keimanan kita yang semakin menipis.

“Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
Read More..

Selasa, 24 April 2012

Jomblo Itu Mulia



Jomblo mungkin adalah salah satu kosakata yang sangat ditakuti oleh banyak orang saat ini terutama remaja. Kenapa? Karena kosakata ini mengandung makna negatif yang membuat  alergi. Banyak sekali remaja khususnya remaja puteri yang merasa seperti terkena kutukan jika mendapat predikat ini. Mereka berpendapat ketika tidak punya cowok itu berarti dunia kiamat, bawaannya jadi galau terus dan malu dengan keadaan kawan - kawannya yang lain juga merasa tidak cantik.

                Predikat jomblo memang sangat menakutkan bagi remaja yang miskin iman. Mereka lebih memilih jalan maksiat dengat pacaran daripada menyandang status ini. Kenapa demikian? coba anda berikan satu saja sisi positif dari pacaran itu? saya rasa tidak ada. Malahan sisi negatifnya yang banyak, semakin dekat dengan maksiat juga semakin jauh dengan Allah dan yang paling parah semakin dekat dengan kemusyrikan.
Contohnya, ketika ditinggal pacar, banyak dari kita akan menangis dan galau sepanjang hari seakan - akan gairah hidupnya sudah habis padahal ketika salatnya lupa atau sengaja dilupakan dia tidak pernah menangisi keadaan itu, bukankah ini mencerminkan kalau kita lebih takut kehilangan cinta seorang hamba dibanding rasa takut kita akan kehilangan cinta Allah?
Kenapa harus pacaran? Mungkin diantara kalian akan menjawab:
“biar gak kuper”
“biar gak dibilang gak laku”
“biar ada semangat buat belajar”
“pengen tau aja sih rasanya”
Masih banyak alasan yang bisa kamu jadikan sebagai pembenaran.
        Jika kamu takut dibilang kuper karna gak mau pacaran, maka mereka yang aktivis pacaran itulah yang seharusnya dibilang kuper dan kupeng sedunia. Kenapa? Kerena orang pacaran itu hanya berkutat dari pengetahuan  tentang pacar, cinta atau penyakit hati lainnya. Coba deh tanya para aktivis pacaran itu apa mereka tahu seperti apa kondisi anak - anak Palestina di sana? Atau apa mereka juga tahu bahwa anak - anak Palestina yang hidup dalam kondisi yang memprihatinkan tapi di usia 10 tahun sudah banyak yang hafal Al - Qur'an terutama ayat - ayat tentang jihad.
Atau kamu juga boleh tanya sama mereka, kenapa rasulullah melarang kita meniup makanan yang panas? Banyak sekali dari mereka tidak mengetahui itu karena mereka tidak sempat sekadar memperhatikan keadaan di sekelilingnya, soalnya mereka kan sibuk ngurusin pacar nya.
Biar gak dibilang gak laku, ketauilah dengan menjomblo  harga dirimu akan lebih tinggi di banding dengan teman”mu yang lebih memilih pacaran. Memang seperti itu keadaannya, ketika kamu memilih jalan jomblo kamu tidak akan dipegang - pegang oleh laki - laki yang bukan mahrommu. Coba deh bayangkan, para wanita tunasusila itu menjual dirinya untuk menyambung hidup. Banyak dari mereka yang menjalani itu karena keter paksaan keadaan dan ekonomi meskipun itu tetap tidak bisa dijadikan alasan. Yang perlu kita perhatikan, mereka dipegang dan disentuh oleh laki - laki karena ingin menyambung hidup, terus perempuan yang pacaran itu dengan suka rela menawarkan dirinya untuk dicium, dipeluk, dijamah oleh cowoknya. Coba anda pikirkan, jika kondisinya seperti itu mana yang lebih mulia? Menjajakan diri demi menyambung hidup atau menjajakan diri dengan suka rela? ketahuilah ketika barang berharga milikmu itu sudah diambil oleh si cowok sekalipun seluruh air di muka  bumi Allah ini kamu ambil untuk mensucikan dirimu itu tidak aakan berhasil.
Bukankah Allah sudah mencipatakan pasangan masing - masing sesuai dengan ketangguhan iman di hati, kalau tidak dipertemukan di dunia insyaallah akan disatukan di jannah - Nya
Biar semangat belajar? Coba deh kamu lihat ada gak orang setelah pacaran yang biasanya juara terakhir di kelas tiba - tiba jadi juara 1?

Pengen tahu rasanya gimana? Ketahuilah ketika kamu mendekati zina kamu seperti sedang berjalan di pinggir kolam dengan tepi yang licin di mana kamu tidak akan bisa berjalan ke tepi malahan kamu akan jatuh ke dalam kolam itu. Nah, pacaran itu yang dirugikan perempuan, kalau misalnya si perempuan hamil duluan, terus nikah sama si cowok sebagai bentuk tanggungjawab, dilangsungkanlah pernikahan dalam keadaan si perempuan sedang hamil, tahukah kamu bahwa Islam melarang laki - laki menikahi perempuan yang hamil yah kalau sudah gitu nikahnya haram dong, terus hubungannya selama hidup jadi zina dong. Yang lebih parah kalau anak yang lahir adalah perempuan, siapa nanti yang jadi walinya kalau dia nikah? Ayahnya? Bukan, meskipun dia ayah si anak yang lahir secara biologis tapi dalam ajaran Islam bukan dia ayahnya. Terus kalau si ayah inilah yang jadi wali buat anak tersebut maka pernikahannya tidak syah karena si ayah tidak berhak jadi wali, hasilnya dapat kita ketahui hubungan mereka masuk dalam zina lagi, jadilah keturunan zina semuanya. Na'udzubillah min dzalik...
Lagipula, cewek kalau mau dipacarin kesannya adalah cewek gampangan. Gampang aja dibohongin, gampang diboncengin, gampang dijamah, dan gampang-gampang yang lain. Idih…nggak asyik banget! Toh, nantinya para cowok itu juga bakal males sama cewek beginian karena udah tahu ‘dalemannya’, mereka pinginnya dapat cewek baik-baik.

Intinya, predikat jomblo jauh lebih mulia kalau kamu menghindari pacaran karena takut dosa. Menjadi jomblo jauh lebih bermartabat kalo itu diniatkan menjauhi maksiat. Menjadi jomblo sama dengan sholihah kalo itu diniatkan karena Allah semata. Bukankah hidup ini cuma sementara saja? Jadi rugi banget kalo hidup sekali dan itu nggak dibikin berarti. Jadi kalo ada yang rese dengan kamu karena status jomblomu, katakan saja ‘jomblo tapi jauh dari maksiat, sowhat gitu loh!!.
     
Read More..

Selasa, 17 April 2012

TIPS BIAR BEBAS BERBUAT MAKSIAT


Bismillahirrohmaanirrohiim
Nahlukkum min maaim mahiin (Bukankah kami menciptakan kamu (manusia) dari air yang hina (air mani)) Q.S Al – Mursalaat 20

Ternyata kita tercipta dari air mani yang tempat keluarnya juga merupakan tempat keluar air seni. Saya fikir ketika ada orang yang buang air kecil mengenai kita, kita tidak akan terima dan mungkin kita juga akan marah besar karena kita merasa dihina karena disiram dengan air seni itu.
Kalau begitu masih layakkah kita berlaku sombong? Masih layakkah rasa angkuh itu tertanam di hati kita? Ketika kita kembali ke asal muasal kejadian kita, kita akan temui seberapa hinanya diri ini, kita tidak lebih baik kelahirannya dari pada jin ataupun malaikat yang tercipta dari Nur. Tapi para malaikat itu tunduk dan senantiasa mengabdi pada Allah tanpa kenal lelah. Kita yang tercipta dari air yang hina itu merasa lebih hebat atau mungkin lebih mulia dari pada malaikat itu. Ingat iblis laknatulloh? Makhluk surga yang juga jadi guru bagi para malaikat tetap mau sujud dan mematuhi perintah Allah kecuali satu hal, sujud kepada Nabi Adam as. Cuma itu kesalahannya, meskipun dia dilaknat tapi tetap menyebut nama Allah dan merasa sebagai seorang hamba. Iblis yang tamatan surga itu yang sekarang jadi musuh besar manusia di akhir kehidupannya di surga masih sempat menyebut nama Allah.
Kita, yang bukan siapa – siapa dibanding iblis, kita bukan tamatan surga juga bukan guru buat para malaikat berani berbuat ingkar berkali – kali, kita tidak hanya ingkar kepada ajaran Rasulullah tapi juga berani menentang Allah dengan tidak sujud kepada Allah (Shalat), sekali lagi iblis tidak mau sujud kepada nabi Adam bukan kepada Allah.



Saudaraku, apa yang membuat kita merasa berhak untuk sombong?
Harta titipan ilahi itu? Itu hanya titipan dan ia merupakan amanat bagimu untuk kau perjuangkan dan kau belanjakan di jalan Allah yang bisa Ia ambil kapan saja Allah mau, begitu berani kita berbangga dengannya. Perhatikan berapa banyak orang yang kehilangan harta ketika banjir menghantam ataupun tsunami menerjang, harta yang banyak itu hulang seketika. Tidakkah Qarun itu jadi pelajaran bagimu bagaimana harta yang ia banggakan itu jadi laknat baginya yang juga jadi jalan kematinnya?

Atau karena jabatan yang sekarang kamu peroleh? Jabatan itu juga titipan saudaraku sekaligus amanah bagimu untuk kau jalankan dijalan Allah. Tidakkah cukup Fir’aun itu jadi peringatan bagimu? Kekuasaannya yang begitu dahsyat itu harus jadi saksi kematiannya ditengah laut.
Atau kamu tidak ingat kekuasaan nabi Sulaiman as yang begitu megah yang tidak satupun makhluk memperoleh kekuasaan seperti itu tapi dia jalankan kekuasaan itu di jalan Allah dan predikat Rasul juga ia peroleh.

Atau kamu merasa lebih baik dibanding manusia lain karena kcantikan atau ketampanan wajah itu? Ingat saudaraku, wajah yang rupawan itu akan berkerut dimakan usia, kecantikan itu akan berganti dengan keriput. Jadikanlah nabi Yusuf itu sebagai teladan wajah yang rupawan itu tidak pernah sekalipun membuat dia jauh dari Allah.

Atau otot yang kuat itu? Hmmm, ingat saudaraku ia akan kembali ke dalam tanah dan akan lapuk dimakan tanah dan cacing di dalam kubur sana. Jadikan nabi Daud as teladanmu, bukan hanya ototnya yang kuat tapi suaranya saja bisa melunakkan besi tapi sekali lagi mereka semua itu tidak ingkar kepada Allah.
Saudaraku, coba sebutkan apa yang membuat kamu merasa lebih baik dibanding manusia lain, kita ini tercipta sama – sama dari air mani yang tempat keluarnya sama dengan tempat keluar kencing. Atau apa kamu tercipta dari air madu sehingga kamu merasalebih baik dari manusia yang lain? Tidak, kita dijadikan dari jenis air yang sama.

Apa kamu lupa ketika kamu nanti yang mengurusi jenazahmu itu orang lain, orang – orang yang kamu berlaku sombong pada mereka. Atau tidak pernah kamu jadikan pelajaran tentang apa – apa yang sudah Allah tunjukkan kepada kaum – kaum sombong sebelum kita? Kamu ingat kaum Tsamud yang hancur oleh angin, atau kaum Luth yang hancur diriram hujan batu atau Abraha dan pasukan Gajahnya yang dilempari dengan kerikil sijjil yang meluluhlantakkan meraka. Apa kamu merasa cukup kuat untuk menahan pedihnya azab Allah itu.

Saranku untukmu saudaraku, yang ingin terus berada dalam kubangan maksiat dan masih belum mau kembali memenihi panggilah hatimu untuk kembali ke jalan Allah, perhatikanlah 5 hal berikut ini :
  1. Kalau ingin maksiat jangan makan rezeki yang diberikan Allah padamu
  2. Atau kalau kamu tidak bisa, setidaknya kamu bisakan berbuat maksiat di tempat (tanah) yang bukan milik Allah
  3. Kalau tidak bisa dengan 2 syarat itu masih ada 3 lagi, setidaknya kamu bisakan berbuat maksiat tanpa sepengatahuan Allah
  4. Ini yang agak mudah, nanti ketika malaikat maut datang menjemputmu coba kamu tawar agar nyawamu ditangguhkan, tawar dengan semua hal yang membuat kamu berlaku sombong
  5. Atau kamu juga bisa ketika nanti para malaikat menyeret kamu ke neraka tawar mereka agar kamu jangan dimasukkan ke neraka itu dengan sejuta alasan yang selalu kamu gunakan waktu di dunia ini

Selamat mencoba buta yang masih ingin terus berada dalam kubangan sombong dan ujub itu.
Penulis memohon kepada Allah semoga penulis dan pembaca dijauhkan dari sifat – sifat yang mengotori hati.

“Allohimma inna naudzubika min qolbi laa tahsya’u tsabbit qulubana ‘ala diinika wali too’atika” (Ya Allah, lindungi kami dari hati yang tidak khusuk dan tetapkanlah hati kami dalam agama – Mu dan tetap ta’at kepada Mu)
Read More..

Senin, 09 April 2012

RINDU CINTAMU RABBI




Dikala dulu, saat cinta memenuhi hati ini
Teringat akan saat indah bersama pujaan hati
Cinta yang selalu aku agungkan
Cinta yang membawaku kedalam kemaksiatan

            Teringat akan harta yang Kau titipkan
            Membuatku sering lalai dari mengingat – Mu
            Seakan terlupa jika harta itu akan kembali pada – Mu
            Begitu juga dengan usaha yang telah Kau anugrahi
            Sering pula jadi penghambat untuk menghamba pada – Mu

Begitu banyak cinta yang pernah ada di dalam hati ini
Cinta akan dunia, harta, jabatan dan hambamu yang lain
Tapi, cinta ini lebih sering terutamakan dibanding cinta akan – Mu
Dan tak jarang suruh dan sunnah Rasul – Mu terlupa karenanya

            Kini, kutinggalkan dunia silamku
            Untuk kembali pada – Mu
            Biar kutrmpuh duri dan ranjau
            Demi Allah ku tempuh dengan tenang

Sekian lama aku tertipu akan godaan kerlipan fatamorgana dunia
Demi menurutkan nafsu dan janji syaiton

            Allah, aku pecundang dalam hidupku
            Allah, pimpinlah aku dalam perjalanan menuju – Mu
            Tak mampu ku berbuat selain demi mengharap ridho – Mu
            Ya Allah pemberi rahmat ampuni segala dosaku

Aku hanya manusia kerdil, lemah dan tiada daya upaya
Nafsu dan syaiton pasti lebih kuat dariku
Pada Mu Allah aku berlindung
Cinta ini aku kembalikan pada – Mu
Agar ia tak melebihi rasa cinta dan rindu pada – Mu
Agar dengannya aku bisa menyentuh ridho – Mu

            Aku ikhlaskan apa yang Kau tentukan pada ku
            Semoga ikhlas ini bisa menjadi rasa syukurku pada – Mu
            Demi menghapus dosa – dosaku di masa lalu
            Pada Mu Allah aku mohon ampun
            Pada – Mu aku bermohon penuhi hatiku dengan cinta untuk - Mu
Read More..